5 Kesalahan Ngemil yang Bikin Tubuh Melar

tim, CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 07:10 WIB
Ada lima kesalahan saat ngemil yang sebaiknya Anda hindari demi tubuh tidak makin melar. Ada lima kesalahan saat ngemil yang sebaiknya Anda hindari demi tubuh tidak makin melar.(dangquocbuu/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konsumsi camilan alias ngemil sebenarnya menyehatkan. Pemilihan camilan yang tepat bisa menjadi asupan nutrisi buat tubuh. Ngemil juga memberikan suplai energi terlebih di sela jam makan besar. Bahkan, ngemil justru membantu Anda menurunkan berat badan.

"Ngemil yang sehat bisa mendukung penurunan berat badan dengan menjaga Anda tetap penuh dan kenyang antara makan besar," ujar Amber E. Denmon, ahli gizi sekaligus edukator di Penn State Extension mengutip dari Livestrong.

Akan tetapi di balik keuntungan ini, ngemil bisa memperoleh predikat buruk. Ada lima kesalahan saat ngemil yang sebaiknya Anda hindari demi tubuh tidak makin melar.


1. Ngemil sambil melakukan kegiatan lain

Mengaku saja, ngemil tidak lepas dari aktivitas lain semisal bekerja, menonton serial televisi atau sambil bermain game. Padahal ngemil sambil melakukan aktivitas lain alias ada distraksi berisiko membuat Anda ngemil berlebihan.

"Ini seperti saat Anda menyetir dan melamun, selanjutnya yang Anda tahu, Anda sudah melaju terlalu jauh dan tidak ingat kenapa Anda bisa sampai di situ," kata Denmon.

Berdasarkan studi pada Agustus 2020 yang diterbitkan di Appetite, Anda cenderung tidak sadar jika Anda sudah kenyang saat menyantap makanan ringan karena distraksi. Selain itu, apa Anda bisa menikmati rasa makanan saat bersantap?

Sebaiknya batasi distraksi dan fokus saat makan. Denmon menyarankan untuk menikmati aroma, tampilan, tekstur di mulut dan rasa makanan sampai Anda merasa kenyang.

2. Ngemil tanpa persiapan

Persiapan sebaiknya tak hanya dilakukan untuk santapan besar tetapi juga untuk camilan. Kesempatan mempersiapkan camilan bisa menjauhkan Anda dari junk food yang cepat dan praktis disantap kapanpun Anda lapar. Persiapan camilan yang sehat itu semudah mempersiapkan sepaket Greek yogurt dan sebungkus jeruk dan apel untuk seminggu.

"Jika Anda sudah punya rencana bersantap selama seminggu, tidak sulit menambahkan makanan ringan ke daftar makanan mingguan,"ujar Denmon.

3. Kurang cermat membaca label kemasan

Denmon mengingatkan untuk senantiasa memperhatikan label kemasan sebelum membeli makanan ringan. Memperhatikan tulisan bagian depan kemasan saja tidak cukup sebab informasi detail mengenai produk tercantum di bagian belakang plus ada tabel informasi nilai gizi.

Pertama, cek bahan-bahannya. Bahan pembuatan produk diurutkan berdasarkan kandungan terbanyak hingga tersedikit. Anda pun bisa melihat kandungan garam, gula dan lemak jika ketiganya berada di urutan awal.

Kedua, cek tabel informasi nilai gizi. Cek nutrisi yang mampu diberikan makanan semisal, serat, vitamin, kalsium, zat besi atau potasium juga sodium (garam), lemak dan gula. Perhatikan pula persen kebutuhan harian (Daily Value/DV) per sajian. DV menunjukkan persen nutrisi yang terpenuhi berdasarkan angka kebutuhan gizi.

Ilustrasi CupcakeFoto: Jakub Kapusnak/FoodiesFeed
Ilustrasi Cupcake

4. Nutrisi camilan tidak seimbang

Camilan yang bagus sebaiknya mengandung nutrisi seimbang antara karbohidrat, protein dan lemak. Karbohidrat menyediakan energi, sementara protein dan lemak memberikan rasa kenyang dan menjaga Anda tidak makan besar berlebihan.

Denmon menyarankan untuk memilih camilan yang mengenyangkan seperti camilan yang mengandung biji-bijian utuh, buah, sayur, rendah lemak dan protein ringan. Anda bisa memadukan apel dan selai kacang atau sebutir telur dan salad.

5. Camilan tidak mengundang selera

Kadang demi menurunkan berat badan, Anda malah mempersiapkan makanan ringan yang sebenarnya tidak Anda sukai. Bukannya semangat, ini malah membuat Anda mencari alternatif makanan ringan lain yang lebih enak. Akibatnya, Anda cenderung mencari junk food. Denmon berkata ada baiknya mempersiapkan makanan ringan sendiri.

Kenapa tidak membuat granola sendiri? Anda bisa memanggang oat, bubuk kayu manis, brown sugar, irisan almond, madu dan buah-buahan kering. "Ini bakal memuaskan karena tahu Anda membuat sesuatu yang enak dan murah tapi mirip seperti produk yang dijual di pasaran," imbuhnya.

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]