Stres Akut, Penyebab 'Ingin' Tularkan Corona pada Orang Lain

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 14:18 WIB
Stres yang tinggi membuat seseorang berpikir secara tidak rasional, sebagaimana pada pasien Covid-19 di Semarang yang ingin menularkan virus pada orang lain. Ilustrasi. Stres yang tinggi membuat seseorang berpikir secara tidak rasional, sebagaimana pada pasien Covid-19 di Semarang yang ingin menularkan virus pada orang lain. (Istockphoto/ Bunditinay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa hari lalu, media sosial diramaikan oleh foto viral yang berisi tangkapan layar percakapan di antara pasien Covid-19. Dalam percakapan itu, salah satu pasien mengajak pasien lainnya untuk tidak melakukan isolasi dan bepergian tanpa mengindahkan protokol kesehatan dengan tujuan menularkan virus pada orang lain.

Tak ayal, tangkapan layar yang viral itu pun menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, khususnya warga Semarang. Kedua pasien diketahui berdomisili di Semarang, Jawa Tengah.

Psikolog Mira Amir mengatakan bahwa fenomena seperti di atas bukan kali pertama terjadi pada pasien di Semarang. Pada pertengahan Mei 2020 lalu, seorang pasien di Tasikmalaya yang dijemput petugas mengamuk dan memeluk setiap warga yang menontonnya dengan motif yang sama.


Pada kasus di Semarang, Mira menduga pasien yang bersangkutan mengalami stres, rasa takut berlebih, dan sedih dalam waktu yang lama. Terlebih, sang ayah juga diketahui meninggal karena Covid-19.

"Stres lama dan signifikan buat dia [pasien Covid-19 di Semarang] sampai di satu titik emosinya yang paling kuat sehingga tidak mampu berpikir secara rasional," kata Mira saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (22/9).

Emosi yang meningkat, lanjut Mira, membuat orang sulit mengedepankan kemampuan berpikir secara logis. Akibatnya, keputusan yang diambil pun tidak tepat dan kacau.

Belum lagi, hingga saat ini vaksin dan obat masih belum ditemukan. Kondisi sedemikian rupa membuat pasien sulit membayangkan kesembuhan dan merasa semakin jauh dengan kata sembuh.

"Support system yang baik sebenarnya bisa meringankan [stres]. Interaksi antarmanusia membantu produksi hormon endorfin yang menimbulkan perasaan senang dan imunitas baik," kata Mira.

Di tengah stressor yang meningkat seperti informasi-informasi mengenai kematian, kasus positif, pemberlakuan PSBB kembali dan banjir, penting untuk saling memberikan dukungan dalam berbagai bentuk. Sapaan sederhana lewat teks atau telepon akan sangat berarti di situasi sekarang.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]