Studi: Kesepian Pandemi Memperburuk Kesehatan Mental Pria

tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/08/2020 21:01 WIB
Pandemi Covid-19 disebut memperburuk kesehatan mental pria. Survei ini menindaklanjuti studi yang mendapati pria lajang paling merasa kesepian saat lockdown. Ilustrasi: Pandemi Covid-19 disebut memperburuk kesehatan mental pria. Survei ini menindaklanjuti studi yang mendapati pria lajang paling merasa kesepian saat lockdown. (Foto: PDPics/Hasmat Ali)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru menunjukkan pandemi virus corona memperburuk kesehatan mental pria. Salah satu alasan kesehatan mental pria semakin buruk adalah karena rasa kesepian yang menghinggapi selama pandemi Covid-19.

Survei yang baru saja dipublikasikan badan amal kesehatan mental Samaritans ini dilakukan terhadap 2.000 pria berusia 18 hingga 59 tahun di Inggris.

Hasil survei menunjukkan 42 persen pria mengaku pandemi Covid-19 berdampak negatif terhadap kesehatan mental mereka.


Partisipan menyatakan pandemi Covid-19 membuat mereka lebih banyak di rumah dan merasa kesepian karena pembatasan sosial atau lockdown (penguncian wilayah) untuk mencegah penyebaran virus. Para pria juga mengaku pandemi menumbuhkan rasa khawatir, cemas dan, stres yang berlebih.

Sebanyak 56 persen pria bahkan mengaku takut dan cemas menghadapi masa normal baru atau new normal.

Samaritans menyoroti para pria paruh baya yang lebih berisiko mengalami dampak kesehatan mental.

"Pria paruh baya tetap menjadi kelompok berisiko tertinggi untuk bunuh diri di Inggris selama beberapa dekade dan bahwa pembatasan yang diberlakukan selama lockdown seperti isolasi dan pemutusan hubungan akan memperburuk masalah bagi para pria ini," kata direktur eksekutif Samaritans, Paul McDonald, dikutip dari Metro.co.uk.

Di sisi lain, sebagian pria menyatakan mereka mencari cara untuk mengatasi masalah kesehatan mental selama pandemi Covid-19. Sekitar 40 persen pria mengaku berbicara dengan orang lain dapat membantu mereka meredakan khawatir, cemas, dan stres, serta membangkitkan suasana hati.

"Kami tahu bahwa berbagi cerita tentang pemulihan memang mendorong pria untuk mencari bantuan," ucap McDonald.

Survei ini muncul menindaklanjuti survei sebelumnya yang mendapati bahwa pria lajang paling merasa kesepian selama lockdown.

Penelitian dari eharmony dan Relate menemukan bahwa empat dari 10 orang yang lajang merasa kesepian selama lockdown. Pria lebih mungkin merasakan kesepian yakni 45 persen dibandingkan perempuan sebanyak 35 persen. Pria juga mengalami masalah kesehatan mental yang lebih tinggi dibandingkan perempuan selama masa isolasi.

(ptj/NMA)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK