Kesehatan Usus Pengaruhi Libido Perempuan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 22:24 WIB
Tak hanya dipengaruhi oleh faktor psikologis, libido atau dorongan seksual pada perempuan juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan usus. Ilustrasi. Tak hanya dipengaruhi oleh faktor psikologis, libido atau dorongan seksual pada perempuan juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan usus. (iStockphoto/LightFieldStudios)
Jakarta, CNN Indonesia --

Libido atau dorongan seksual pada perempuan dipengaruhi oleh banyak hal. Mulai dari faktor psikologi hingga kesehatan fisik seperti kondisi usus.

Libido umumnya dipengaruhi oleh rasa bahagia bersama pasangan, tingkat kepercayaan diri, atau juga memori masa lalu yang masih mengganggu. Tapi, jika Anda mengalami libido yang rendah tapi tak berhubungan dengan ketiganya, bisa jadi masalahnya terletak pada kondisi kesehatan usus Anda.

Psikoterapis, Edison de Mello mengatakan, hasrat untuk melakukan aktivitas seksual dimulai dari usus Anda. Usus yang sehat menurunkan risiko kembung, gas, refluks asam lambung, bau mulut, dan reaksi tubuh lainnya.


"Saya sering menemukan libido rendah sebagai gejala yang berasal dari ketidakseimbangan flora usus [disbiosis], meskipun kebanyakan kita tidak selalu memikirkan usus ketika kita memikirkan gairah seksual," jelas de Mello mengutip dari Byrdie.

De Mello berkata, saluran pencernaan memainkan peranan penting yang memengaruhi respons dan performa secara seksual.

Usus memiliki jutaan bakteri. Ibarat sarang lebah, bakteri adalah lebah-lebah pekerja. Lebah yang bekerja keras mampu menghasilkan madu yang bagus. Artinya, bakteri usus yang baik dan seimbang bisa mengoptimalkan fungsi pencernaan dan membuat seks lebih baik.

"Bakteri-bakteri ini bertanggung jawab untuk memproduksi hormon, enzim, dan neurotransmitter [seperti serotonin], yang penting untuk kesehatan seksual," imbuh de Mello.

Secara detail ada tiga hal yang membuat usus kurang sehat dan berimbas pada libido rendah seperti berikut.

1. Asupan makanan

Asupan yang kurang tepat bisa merusak keseimbangan bakteri pada usus. "Penggunaan beragam antibiotik dan konsumsi makanan olahan yang tinggi merusak ekosistem bakteri pada organ pencernaan," ujar ahli diet, Rebecca Lewis.

Sebaiknya perbanyak konsumsi sayur, buah dan pangan fermentasi seperti acar, sauerkraut, tempe, yogurt, dan kombucha.

2. Gaya hidup sedenter

Kurang aktivitas fisik bisa memperburuk kesehatan usus. Olahraga rutin mampu meningkatkan waktu transit makanan yang melalui usus, memengaruhi metabolisme, dan turut mengubah fungsi kekebalan. Metabolisme tubuh yang baik akan membuat kehidupan seks Anda juga lebih baik.

3. Pengobatan

Hati-hati dalam mengonsumsi antibiotik dalam alur pengobatan Anda. Antibiotik harus diminum sesuai resep dokter atau Anda bisa berkonsultasi untuk obat lain. Pasalnya, antibiotik bisa merusak kesehatan usus.

Amy Myers, penulis The Autoimmune Solution and The Thyroid Connection Antibiotics, menjelaskan bahwa antibiotik bekerja dengan menghambat proses vital bakteri. Antibiotik membunuh bakteri atau menghambat kembang biaknya. Ia pun menambahkan, antibiotik tidak bisa membedakan bakteri 'baik' dan bakteri 'jahat'.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA