Studi: Obat Semprot Corona Australia Tekan Virus pada Hewan

Tim, CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 21:16 WIB
Studi terhadap hewan menunjukkan, obat semprot corona buatan perusahaan bioteknologi asal Australia dapat menekan replikasi virus hingga 96 persen. Ilustrasi: Studi yang dilakukan terhadap hewan menunjukkan, obat semprot corona buatan perusahaan bioteknologi asal Australia dapat menekan replikasi virus hingga 96 persen. (Foto: iStockphoto/Ovidiu Dugulan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi menunjukkan obat semprot corona buatan perusahaan bioteknologi Australia, Ena Respiratory diklaim mampu mengurangi tingkat virus penyebab Covid-19 di hidung dan tenggorokan. Namun penelitian ini masih sebatas dilakukan pada hewan.

Hasil studi yang dipublikasikan di situs penelitian pra-publikasi bioRxiv tersebut dilakukan pada musang. Penelitian yang dimotori ilmuwan dari Public Health England (PHE) ini menunjukkan bahwa INNA-051 dapat menurunkan replikasi virus hingga 96 persen.

INNA-051 merupakan molekul kecil sintetis yang diberikan melalui semprotan hidung sebanyak sekali atau dua kali dalam sepekan. Obat semprot ini bisa digunakan sendiri atau dipakai bersama sebagai pelengkap program vaksin Covid-19.


Dikutip dari laman Pharmaceutical Technology, pengobatan tersebut berpotensi meningkatkan sistem kekebalan manusia terhadap flu ataupun flu biasa.

Ena Respiratory berharap bisa segera mengembangkan obat semprotan hidung ini ke tahap uji klinis manusia dalam waktu empat bulan. Langkah ini bisa dilakukan setelah perusahaan asal Australia ini mendapatkan hasil studi toksisitas positif dan perizinan aturan.

Direktur Pelaksana Ena Respiratory, Christophe Demaison mengatakan, meningkatnya respons kekebalan alami musang melalui pengobatan tersebut menunjukkan keyakinan bahwa pemberantasan virus corona bisa dilakukan dengan cepat.

"Jika [tubuh] manusia merespons dengan cara yang sama, manfaat pengobatan ini akan berlipat ganda. Orang yang terpapar virus kemungkinan besar akan segera berkurang, melalui pengobatan yang memastikan bahwa penyakit tidak akan berkembang melebihi gejala ringan," kata Christophe Demaison.

Infografis Fakta 3 Vaksin Corona Buatan China Incaran RIFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Infografis Fakta 3 Vaksin Corona Buatan China Incaran RI

Perusahaan tersebut beroleh dana sekitar 8,24 juta USD dari pendanaan yang digawangi Medical Research Commercialization Fund (MRCF) yang dikelola Brandon Capital.

Penelitian ini juga melibatkan pendaan dari pemerintah Australia, AustralianSuper, HESTA, Hostplus, StatewideSuper, firma bioteknologi CLS dan Uniseed.

CEO Uniseed, dokter Peter Devine menyebut, hasil studi terhadap hewan tersebut sangat menarik dan menunjukkan potensi kegunaan obat dari Ena Respiratory dalam penanganan Covid-19 yang memerlukan banyak pendekatan pengobatan.

Perusahaan berencana mengumpulkan dana tambahan untuk mempercepat pengembangan dan distribusi klinis obat semprot corona buatan Australia itu ke seluruh dunia.

Disclaimer: penelitian ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut dan mendalam sebelum bisa ditetapkan sebagai obat untuk mengatasi infeksi corona. WHO dan kemenkes hingga saat ini belum merekomendasikan obat tertentu untuk penyembuhan Covid-19.(Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)
(NMA)

[Gambas:Video CNN]