WHO Tetapkan Protokol Uji Coba Obat Herbal Covid-19

tim, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 09:40 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia mengesahkan protokol untuk menguji obat-obatan herbal Afrika sebagai pengobatan potensial untuk virus corona dan epidemi lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia mengesahkan protokol untuk menguji obat-obatan herbal Afrika sebagai pengobatan potensial untuk virus corona dan epidemi lainnya.(iStockphoto/Elisa Festa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia mengesahkan protokol untuk menguji obat-obatan herbal Afrika sebagai pengobatan potensial untuk virus corona dan epidemi lainnya.

Hal ini menyusul adanya tawaran presiden Madagaskar untuk mempromosikan minuman berbasis artemisia, tanaman dengan khasiat yang terbukti dalam pengobatan malaria.

Artemisia disebut juga mugwort atau artemisinin. Mengutip Hello Sehat, komponen utama dari Artemisia annua adalah senyawa yang disebut artemisinin.


Artemisinin tersusun dari ikatan karbon, hidrogen, dan oksigen yang mampu berinteraksi dengan berbagai fungsi tubuh dan reaksi kimia di dalamnya. Atemisia ini disebut ampuh mengobati malaria , infeksi parasit, penyakit gusi, radang sendi, sampai risiko kanker.

Pada hari Sabtu, para ahli WHO dan dua organisasi lain "mengesahkan protokol untuk uji klinis pengobatan herbal fase III untuk Covid-19 serta piagam dan kerangka acuan untuk pembentukan data dan badan pemantauan keamanan untuk klinis pengobatan herbal. pengadilan, "kata sebuah pernyataan dikutip dari AFP.

"Uji klinis Tahap III sangat penting dalam menilai sepenuhnya keamanan dan kemanjuran produk medis baru," katanya.

"Jika suatu produk obat tradisional ditemukan aman, berkhasiat dan terjamin kualitasnya, WHO akan merekomendasikan (itu) untuk manufaktur lokal skala besar yang dapat dilacak dengan cepat," Prosper Tumusiime, direktur regional WHO.

Dia tidak merujuk secara spesifik pada minuman Madagaskar Covid-Organics, juga disebut CVO, yang Presiden Andry Rajoelina anggap sebagai obat untuk virus tersebut.

Telah didistribusikan secara luas di Madagaskar dan dijual ke beberapa negara lain, terutama di Afrika.

Pada bulan Mei, Direktur WHO Afrika Matshidiso Moeti mengatakan kepada media bahwa pemerintah Afrika telah berkomitmen pada tahun 2000 untuk menggunakan "terapi tradisional" melalui uji klinis yang sama seperti pengobatan lainnya.

"Saya dapat memahami kebutuhan, dorongan untuk menemukan sesuatu yang dapat membantu," kata Moeti.

"Tapi kami sangat ingin mendorong proses ilmiah di mana pemerintah sendiri membuat komitmen."

Sampai saat ini sudah banyak jenis obat-obatan herbal yang diklaim ampuh untuk menyembuhkan Covid-19. Hanya saja masih butuh penelitian dan pengujian lebih lanjut terkait hal ini. 

Disclaimer: penelitian ini masih membutuhkan kajian lebih lanjut dan mendalam sebelum bisa ditetapkan sebagai obat untuk mengatasi infeksi corona. WHO dan kemenkes hingga saat ini belum merekomendasikan obat tertentu untuk penyembuhan Covid-19.
(chs)

[Gambas:Video CNN]