CDC Sebut 1 dari 5 Pasien Covid-19 Berusia 20-an Tahun

Tim, CNN Indonesia | Senin, 28/09/2020 16:04 WIB
CDC menemukan kecenderungan penurunan usia median atau nilai tengah usia orang yang positif Covid-19, menjadi kian muda. Kondisi ini disebabkan sejumlah faktor. Ilustrasi: CDC menemukan kecenderungan penurunan usia median atau nilai tengah usia orang yang positif Covid-19, menjadi kian muda. Kondisi ini disebabkan sejumlah faktor, salah satunya abai protokol kesehatan dengan tetap berkumpul dan tak acuh jaga jarak. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pada awalnya, virus corona identik menginfeksi orang tua dengan penyakit penyerta atau komorbid. Namun, kini median atau nilai tengah usia orang yang positif Covid-19 semakin muda.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), saat ini 1 dari 5 pasien Covid-19 merupakan seseorang yang berusia 20-an tahun.

Median usia orang positif Covid-19 pada Mei lalu adalah 46 tahun. Dua bulan berselang pada Juli, usia tersebut semakin muda menjadi 37 tahun dan pada Agustus menjadi 38 tahun.


Pada Agustus pula, CDC mendapati 20 persen dari seluruh kasus terjadi pada orang berusia 20-29 tahun yang artinya 1 dari 5 kasus Covid-19 terjadi pada orang kelompok usia tersebut.

Penurunan usia median ini dipicu lantaran pada Juni hingga Agustus, insiden Covid-19 terbanyak terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun.

Data CDC menunjukkan perubahan usia orang yang terinfeksi menjadi lebih muda ini terjadi di semua wilayah AS. CDC menyatakan data tersebut membeberkan bukti bahwa orang dewasa muda berkontribusi besar pada penularan di masyarakat.

Menurut peneliti CDC, ada sejumlah faktor yang membuat orang dewasa muda berisiko lebih tinggi terpapar virus corona saat ini.

Infografis Jenis Masker Mana yang Lebih Efektif untuk Cegah Corona?Foto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Jenis Masker Mana yang Lebih Efektif untuk Cegah Corona?

Pertama, orang dewasa muda sebagian besar merupakan pekerja di toko ritel, angkutan umum, penitipan anak atau layanan sosial, serta di industri dengan paparan tinggi seperti restoran atau bar dan layanan hiburan lainnya.

Selain itu, orang dewasa yang lebih muda juga ditengarai cenderung tidak mengikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak sosial dan menghindari pertemuan atau perkumpulan, seperti nongkrong.

Studi CDC juga menemukan bahwa orang dewasa muda, yang cenderung memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, tanpa disadari berkontribusi besar pada penularan tanpa gejala atau tanpa gejala ke orang lain, termasuk mereka yang berisiko lebih tinggi untuk penyakit parah.

Meski demikian, CDC menyatakan anak muda tetap berisiko memiliki gejala Covid-19 yang parah, terutama jika memiliki masalah kesehatan mendasar atau penyakit penyerta.

CDC merekomendasikan agar setiap orang termasuk anak muda untuk mematuhi protokol kesehatan seperti mengikuti pedoman jaga jarak sosial, memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari perkumpulan atau kerumunan.

Tak hanya di AS, pergeseran usia menjadi lebih muda juga terjadi di Eropa.

Dikutip dari CNN, selama Januari hingga Mei median usia pasien Covid-19 di Eropa adalah 54 tahun. Usia ini semakin muda pada Juni hingga Juli menjadi 39 tahun, dengan proporsi kasus terbesar terjadi terjadi pada usia 20-29 tahun.

(ptj/NMA)

[Gambas:Video CNN]