World Tourism Day Jadi Titik Balik Bangkitnya Wisata Lokal

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Selasa, 29/09/2020 11:43 WIB
Hari Pariwisata Dunia mengusung tema 'Tourism and Rural Development' yang menekankan pada kelestarian alam, pedesaan, dan pariwisata lokal. Hari Pariwisata Dunia mengusung tema 'Tourism and Rural Development' yang menekankan pada kelestarian alam, pedesaan, dan pariwisata lokal. (Foto: Kemenparekraf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) yang jatuh pada 27 September ini menjadi momen tepat untuk memikirkan kembali masa depan pariwisata agar segera pulih dan kembali bangkit dari pandemi Covid-19.

Tahun ini, Hari Pariwisata Dunia mengusung tema 'Tourism and Rural Development' yang menekankan pada kelestarian alam, pedesaan, dan pariwisata lokal.

Tentu ini sejalan dengan protokol kesehatan berbasis CHSE yang diusung pemerintah untuk berwisata sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk punya andil dalam menjaga lingkungan dan menerapkan protokol kesehatan.

Yakni dengan menerapkan protokol kesehatan kepariwisataan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).

Protokol CHSE ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi dan industri pariwisata Indonesia bahwa ada jaminan keamanan, kesehatan, dan kebersihan.

Dengan demikian bisa meningkatkan kunjungan wisatawan di Indonesia di kemudian hari.

Sebagai protokol kunci dalam menerapkan kegiatan pariwisata Indonesia, CHSE diterapkan di setiap tempat yang menjadi destinasi wisata lokasi yang terkait dengan wisata dan ekonomi kreatif. Berikut penjelasannya.

Cleanliness (Kebersihan)

Setiap tempat wisata harus bebas dari sampah, kotoran, dan virus penyakit. Baik wisatawan maupun pengelola harus sama-sama sadar dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Health (Kesehatan)

Harus ada aturan kesehatan terhadap manusia dan lingkungan, baik melalui pencegahan, perawatan, pemantauan, dan pengendalian kesehatan. Selain itu, juga melalui promosi peningkatan parameter lingkungan dan mendorong kebiasaan sehat.

Safety (Keamanan)

Bebas dari risiko bahaya, pencemaran, ancaman, dan gangguan sementara maupun permanen.

Environmental Sustainability (Kelestarian Lingkungan)

Memastikan bahwa pelaksanaan pariwisata harus mengutamakan kelestarian alam dan lingkungan. Salah satu caranya dengan menerapkan zero waste management atau strategi pengelolaan sampah yang baik oleh pengelola destinasi atau penyelenggara wisata).

Untuk itu, di tengah pandemi seperti sekarang kita harus menjadi wisatawan yang bijak dan bertanggung jawab.

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan diri dalam kondisi sehat saat hendak bepergian. Jika merasa ada gejala sakit, lebih baik di rumah saja dan segera konsultasikan ke dokter atau layanan kesehatan.

Kemudian, selalu pakai masker, rajin cuci tangan minimal 20 detik dengan sabun dan air mengalir, dan berjaga jarak 1,5-2 meter dengan orang lain.

Selanjutnya, ketika mengunjungi tempat wisata, Anda harus mematuhi aturan.

Tidak membuang sampah sembarangan, membawa botol minum sendiri, menghormati penduduk sekitar, tidak merusak lingkungan, dan belilah produk lokal untuk bisa membantu meningkatkan perekonomian setempat.

Klik di sini untuk inspirasi destinasi wisata #DiIndonesiaAja lainnya.

[Gambas:Youtube]



(fef)

[Gambas:Video CNN]