Asal Usul Tanaman Hias Aglonema Sultan Brunei

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 10:07 WIB
Aglonema Sultan Brunei tengah populer dan digandrungi pecinta tanaman hias. Nama Sultan Brunei yang melekat pada aglonema ini tidak datang begitu saja. Aglonema Sultan Brunei tengah populer dan digandrungi pecinta tanaman hias. Nama Sultan Brunei yang melekat pada aglonema ini tidak datang begitu saja. (instagram.com/toserbaagro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aglonema Sultan Brunei tengah populer dan digandrungi pecinta tanaman hias. Nama Sultan Brunei yang melekat pada aglonema ini tidak datang begitu saja.

Aglonema adalah tanaman hias dari suku talas-talasan atau Araceae. Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan nama sri rezeki. Terdapat beberapa jenis aglonema dengan warna daun yang berbeda-beda.

Aglonema Sultan Brunei merupakan salah satu jenis aglonema hasil persilangan dari hibrid Thailand. Aglonema ini memiliki warna daun yang kuning keemasan, berbeda dengan warna aglonema kebanyakan yang cenderung berwarna merah.


Konon, asal usul nama Sultan Brunei muncul karena sang sultan menyukai tanaman ini.

"Dinamai Sultan Brunei karena Aglonema ini konon paling disukai oleh Sultan Brunei pada masanya," kata pecinta tanaman aglonema Bernard Renardi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/10).

Selain mengoleksi, Bernard yang juga penjual aglonema secara online @toserbaagro, juga mendapatkan aglonema Sultan Brunei dari salah satu kolektor di Tangerang.

Dua rumpun aglonema yang dimiliki Bernard dijual dengan harga Rp1,6 juta per pot. Menurut Bernard, harga yang tinggi terjadi karena supply yang rendah dari Thailand, ketersediaan stok di Indonesia, dan permintaan yang tinggi.

Hingga saat ini, Bernard masih terus dibombardir dengan permintaan aglonema Sultan Brunei.

"Banyak sekali, setiap harinya pasti ada yang menanyakan ketersediaan stok aglonema jenis ini," ujar Bernard.

[Gambas:Instagram]

Sementara itu, menurut peneliti LIPI Yuzammi, nama Sultan Brunei boleh dilekatkan pada tanaman agar lebih dikenal masyarakat luas.

"Boleh saja dikasih nama apapun oleh breeder-nya (pengembang biaknya). Memang pemberian nama kultivar hasil silangan sebaiknya yang menarik dan gampang diingat karena tujuannya untuk bisa dikomersialkan," kata Yuzammi kepada CNNIndonesia.com.

Aglonema sultan brunei ini memang tengah diburu banyak orang, seiring dengan melonjaknya permintaan akan tanaman hias di masa covid-19 saat ini. 

(ptj/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK