Menguak Mitos Orang Pendek Susah Turunkan Berat Badan

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 24/10/2020 17:00 WIB
Sebagian dari kita merasa berat badan tidak ideal dan ingin menurunkannya. Terdapat mitos tinggi berkorelasi dari tingkat kesulitan menurunkan berat badan. Ilustrasi: Sebagian dari kita merasa berat badan tidak ideal dan ingin menurunkannya. Terdapat mitos orang pendek susah turunkan berat badan, dan artikel ini akan mengulasnya. (Foto: mojzagrebinfo/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menurunkan berat badan bukan sesuatu yang dapat dimengerti secara sederhana. Setiap orang memiliki tingkat kesulitan menurunkan berat badan yang berbeda-beda.Sejumlah faktor pembeda meliputi usia, jenis kelamin, golongan darah, bahkan mungkin tinggi badan.

Salah satu rumor beredar bahwa orang pendek, atau tinggi di bawah rata-rata kelompok, susah turunkan berat badan.

Untuk melihat klaim tersebut, sejumlah hal bisa menjadi pertimbangan, di antaranya sebagai berikut:


Orang pendek memiliki 'jatah' kalori lebih sedikit

Kadar ideal konsumsi kalori setiap orang berbeda-beda, tergantung Indeks Massa Tubuh (BMI). Hal ini dibenarkan oleh Luiza Petre, dokter jantung dengan spesialisasi penurunan berat badan. Penelitian dilakukan pada dua orang dengan aktivitas dan kondisi kesehatan yang sama.

"Maaf untuk mengatakannya. Tetapi memang benar bahwa wanita yang lebih pendek harus mengonsumsi lebih sedikit kalori untuk menurunkan berat badan daripada teman yang lebih tinggi jika semua faktor lainnya sama," ujar Luiza seperti dilansir dari Shape.

Dari fakta ini, memang tidak secara langsung bisa diklaim bahwa orang pendek lebih susah turunkan berat badan. Namun, ini merupakan kenyataan bahwa untuk menjaga berat badan ideal, atau menurunkan berat badan, orang pendek memiliki 'jatah konsumsi kalori' lebih sedikit dari pada orang yang lebih tinggi.

Semakin banyak otot, semakin baik metabolisme tubuh

Fakta selanjutnya yang bisa menjadi pertimbangan adalah orang dengan masa otot lebih banyak memiliki kemampuan metabolisme lebih baik.

"Semakin banyak massa otot yang Anda miliki, semakin cepat metabolisme Anda bekerja. Orang yang lebih tinggi memiliki lebih banyak massa otot karena mereka dilahirkan memilikinya hanya karena tinggi badan mereka," ujar ahli diet tersertifikasi Shari Portnoy di laman Shape.

Hal ini berlaku jika semua faktor di luar massa otot sama, seperti usia, kondisi kesehatan, dan asupan makanan. Orang dengan massa otot yang lebih banyak mampu membakar lemak lebih efektif, maka dari itu, orang pendek harus berupaya lebih keras untuk bisa dalam posisi setara.

Fakta ini juga diperkuat Craig Primack, presiden Obesity Medicine Association. Tinggi badan mempengaruhi tingkat metabolisme basal (MBR).

Sebuah penelitian yang dilansir dari Women's Health membandingkan A yaitu orang dengan tinggi di atas 150 cm dengan B, orang dengan tinggi di bawah 150 cm. Dengan hanya tidur dan berbaring selama 24 jam, A membakar 1.400 kalori, sedangkan B membakar 1.200 kalori. Kemudian eksperimen yang sama dilakukan pada orang dengan tinggi badan 177 cm, dan ia membakar 1.750 kalori sehari.

Sejumlah warga bersenam zumba di pusat kebugaran Bodyfit, Kemang, Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pusat kebugaran di Ibukota beroperasi kembali saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi sejak Senin (12/10) dengan sejumlah ketentuan, di antaranya maksimal hanya 25 persen dari total kapasitas dan wajib menerapkan SOP protokol kesehatan secara ketat pada area publik yang dipakai bersama-sama. CNN Indonesia/ Adhi WicaksonoIlustrasi: Olahraga jadi salah satu kunci meningkatkan massa otot. Hal tersebut bisa membantah mitos orang pendek susah turunkan berat badan. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Membutuhkan lebih banyak olahraga

Faktor yang bisa berperan atas ketimpangan-ketimpangan di atas adalah intensitas kegiatan fisik. Semakin giat aktivitas fisik, pada dasarnya akan semakin menambah massa otot dan mengurangi kadar lemak. Lagi-lagi, dalam hal ini orang pendek harus berupaya lebih keras.

Seseorang yang lebih pendek harus sadar bahwa jatah asupan kalorinya lebih sedikit. Untuk itu, baiknya mereka yang bertubuh pendek tidak menyamakan porsi makan dengan orang yang lebih tinggi. Untuk itu, orang pendek harus lebih kompromi dengan rasa lapar.

Olahraga angkat beban bisa dipilih untuk meningkatkan massa otot. Jenis olahraga ini bisa dipilih ketika seseorang sudah usai masa pertumbuhan dan sampai pada tinggi badan maksimal.

Tidak berpengaruh langsung

Sejumlah fakta medis di atas memang mengarah pada kesimpulan bahwa orang pendek harus berupaya lebih keras dalam hal menurunkan berat badan. Namun, hal tersebut bukanlah sebuah sebab-akibat langsung, di mana masih tersedia celah-celah kompromi.

Bagi Anda yang merasa berbadan pendek, Anda bisa memangkas 'ketidakadilan' tersebut dengan memperbaiki gaya hidup. Orang pendek sulit turunkan berat badan hanyalah mitos, hanya beberapa kondisi medis mendukung anggapan tersebut.

(fjr/Tim)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK