7 Cara Tetap Sehat saat Ada Anggota Keluarga yang Sakit

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 03/11/2020 17:55 WIB
Keberadaan anggota keluarga yang sakit bakal jadi situasi yang rumit. Seseorang akan mudah tertular saat ada anggota keluarga di rumah yang sakit. Ilustrasi. Seseorang akan mudah tertular saat ada anggota keluarga di rumah yang sakit. (iStockphoto/evrim ertik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sederet upaya dilakukan agar kesehatan terjaga. Mulai dari mengenakan masker, cuci tangan, buka pintu dengan siku, sampai jaga jarak dengan orang lain. Namun, keberadaan anggota keluarga yang sakit bakal menjadi situasi yang lebih rumit.

"Karena faktor kedekatan, Anda bisa saja tertular saat ada anggota keluarga di rumah yang sedang sakit," ujar dokter spesialis anak Eyla Boeis, mengutip Live Strong.

Penularan selama di rumah sangat mungkin terjadi. Namun, ada strategi yang bisa Anda terapkan supaya tetap sehat tanpa ketularan penyakit.


1. Batasi kontak

Jika memungkinkan, biarkan anggota keluarga yang sakit menjalankan isolasi mandiri. Apalagi jika penyakit yang diderita seperti flu dan Covid-19, atau penyakit lain yang ditularkan melalui cairan saluran pernapasan. Isolasi dapat menghindari kontak dengan cairan yang keluar saat bersin dan batuk.

Hindari juga kontak dengan benda-benda yang digunakan pasien. Boies menyarankan untuk tidak berbagi handuk, lap tangan, juga alat makan. Kemudian, jika yang sakit adalah pasangan Anda, ada baiknya Anda tidak tidur di kasur yang sama.

2. Jaga kebersihan kamar mandi

Joseph Allen, direktur program Healthy Building di Harvard, mengatakan bahwa sebaiknya ada satu kamar mandi khusus untuk pasien. Namun, jika di rumah hanya ada satu kamar mandi maka lakukan beberapa hal berikut:

- sediakan ventilasi dan pasang kipas exhaust. Jika tidak ada kipas, cukup buka jendela sehingga ada pergantian udara di dalam kamar mandi.

- tutup toilet, orang yang sakit wajib menutup toilet saat menekan tombol siram.

- cuci tangan, selalu cuci tangan setelah menggunakan kamar mandi.

3. Cuci tangan

Sekarang, cuci tangan menjadi aktivitas wajib di mana pun dan kapan pun. Kebiasaan ini wajib dipertahankan dan ditambah setelah kontak dengan keluarga yang sakit. Hindari menyentuh area wajah, terlebih area mulut dan hidung.

4. Pertimbangkan masker

Setelah seharian mengenakan masker saat bekerja, rumah jadi tempat di mana orang bebas bernapas. Hanya saja, saat ada keluarga yang sakit, pemakaian masker perlu diperpanjang.

"Jika orang yang sakit mengenakan masker dan lainnya juga mengenakan masker, maka kita melindungi satu sama lain dari penularan virus," kata Abraham.

5. Bersih-bersih lebih sering

Anda disarankan untuk lebih sering bersih-bersih dari biasanya. Bersihkan permukaan apa pun, termasuk gagang pintu, saklar lampu, pintu kulkas, dan permukaan-permukaan lain yang kerap disentuh.

6. Sirkulasi udara yang baik

Selain di permukaan, Anda juga perlu memastikan kebersihan udara di ruangan. Allen mengungkapkan ada dua cara, yakni dengan ventilasi dan filtrasi udara.

Pergantian atau sirkulasi udara bisa diusahakan dengan membuka jendela atau pintu. Kemudian, penggunaan filter udara atau air purifier bisa dilakukan dengan HEPA filter. Filter ini utamanya digunakan pada ruangan yang kerap dijadikan tempat beraktivitas anggota keluarga yang sedang sakit.

7. Cukup tidur

Konsumsi suplemen dan makanan bernutrisi seimbang tidak akan lengkap tanpa tidur yang cukup. Kurang tidur dapat menurunkan sistem imun tubuh.

"Cukup tidur dan terhidrasi mungkin tidak mencegah penularan virus infeksi saluran pernapasan atas, tetapi memungkinkan seseorang untuk pulih lebih cepat dan tidak sakit seperti mereka yang umumnya tidak cukup istirahat," jelas Boies.

(els/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK