7 Tips Menyimpan dan Mengolah Daging Ayam

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 08/11/2020 05:56 WIB
Konsumsi daging ayam yang sehat perlu diimbangi dengan cara penyimpanan dan pengolahan yang tepat. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti. Ilustrasi.Konsumsi daging ayam yang sehat perlu diimbangi dengan cara penyimpanan dan pengolahan yang tepat. (iStockphoto/hanieriani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harus diakui, daging ayam jadi sumber protein yang relatif mudah ditemui dan diolah. Teksturnya yang empuk membuat daging ayam bisa diolah menjadi apa pun.

Namun, konsumsi daging ayam pun perlu diimbangi dengan cara penyimpanan dan pengolahan yang tepat.

Kepala Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner Institut Pertanian Bogor (IPB), Denny W Lukman, memberikan beberapa tips agar daging ayam tetap segar dan aman dikonsumsi saat disimpan dan diolah di rumah.


1. Siapkan wadah tertutup

Umumnya, setelah dibeli, sebagian daging ayam akan langsung diolah dan sisanya dijadikan stok. Daging ayam wajib disimpan di dalam lemari pendingin dalam wadah bersih dan tertutup. Suhu lemari pendingin diusahakan stabil untuk mencegah pertumbuhan kuman.

2. Perlu dicuci?

Dicuci atau tidak kerap jadi perdebatan. Namun, Denny menuturkan daging boleh saja dicuci jika memang kotor. Daging cukup dicuci dengan air mengalir dan bersih, baik air keran atau air minum. Tiriskan daging untuk selanjutnya diolah atau disimpan.

Jika akan disimpan, keringkan terlebih dahulu daging yang telah dicuci dengan tisu dapur sebelum ditaruh di lemari pendingin.

3. Potong dan bekukan

Untuk masa simpan lebih lama, daging ayam sebaiknya dibekukan. Denny berkata, daging sebaiknya dipotong-potong sesuai kebutuhan memasak sebelum dibekukan.

"Potong-potong sesuai kebutuhan, [misalnya] 250 gram, 500 gram. Masing-masing potongan dimasukkan dalam wadah terpisah dan simpan dalam freezer," kata Denny dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.

Denny menyarankan untuk memisahkan jenis daging antara jeroan, daging olahan seperti sosis dan daging giling, dan daging ayam segar.

4. Ingat masa simpan

Meski disimpan dalam suhu dingin, daging ayam tetap memiliki masa simpan. Artinya, daging tetap terjaga kesegarannya selama diolah dalam masa simpan yang dianjurkan.

Denny mengatakan, dalam penyimpanan di lemari pendingin, masa simpan ayam hanya mencapai 1-2 hari. Suhu kulkas juga harus dipastikan stabil di antara -1 hingga 2 derajat Celcius. Sementara untuk penyimpanan di freezer, masa simpan bisa mencapai maksimal enam bulan.

5. Daging dicairkan

Cairkan ayam yang membeku sebelum diolah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yakni dengan proses thawing, rendam dalam air, dan langsung rebus.

Untuk proses thawing, daging cukup diturunkan dari freezer ke chiller minimal selama 12 jam atau sampai cair sepenuhnya. Cara ini terbilang mudah tetapi memakan waktu lama.

Frozen food inside a freezer. Lots of leftovers in plastic containers.Ilustrasi. Dalam kondisi beku, daging ayam akan terjaga kesegarannya. (istockphoto/ Hutchyb)

Selain itu, Anda juga bisa merendam daging ayam yang masih dalam kemasan plastik di dalam air selama beberapa jam setelah dikeluarkan dari lemari pendingin.

Terakhir, daging ayam langsung direbus atau digiling menyesuaikan dengan olahan yang diinginkan. Jika daging ayam sudah dalam kondisi dimarinasi, bisa langsung digoreng (deep frying).

6. Siklus beku-cair hanya sekali

Kadang terdapat cairan berwarna merah keluar dari daging saat proses pencairan. Anda tidak perlu khawatir sebab cairan merah ini bukan darah.

"Ini jus daging. Maka membekukan baiknya dalam potongan kecil, lalu suhu dingin. Dianjurkan, kalau dari aspek kualitas daging, istilahnya itu siklus beku-cair cukup sekali," kata Denny.

Kenapa hanya sekali? Denny menjelaskan, cairan yang keluar dari daging mengandung zat gizi. Jika daging dibekukan dan dicairkan berkali-kali maka banyak jus yang hilang. Hal ini akan sangat terasa untuk daging yang mengalami proses pengolahan sebentar. Daging ayam panggang, misalnya, bakal terasa kering karena cairan alami daging yang habis.

7. Ayam bertulang hitam masih aman dikonsumsi

Tulang pada potongan daging ayam kadang ditemukan berwarna hitam. Orang pun jadi enggan menyantap karena khawatir ayam yang dikonsumsi adalah stok lama. Padahal, tak demikian sebenarnya.

Denny menjelaskan, tulang ayam hitam merupakan black bone syndrome. Warna hitam ditimbulkan dari rembesan zat warna darah di dalam tulang dari ayam usia kurang dari 6,5 minggu. Zat warna darah mampu merembes karena proses pembekuan yang lambat.

"Biasanya terjadi pada daging yang cara pembekuannya kurang baik. Kalau beli ayam beku, beli dari produk yang mendapat NKV (Nomor Kontrol Veteriner). Ini dijamin pembekuannya cepat, dan warna tulang tidak akan hitam," imbuhnya.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK