Studi Temukan 7 Kelompok Gejala Ringan Covid-19

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 05/11/2020 16:33 WIB
Studi terbaru menemukan tujuh kelompok gejala ringan infeksi virus corona penyebab Covid-19. Ilustrasi. Studi terbaru menemukan tujuh kelompok gejala ringan infeksi virus corona penyebab Covid-19. (iStockphoto/microgen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru menemukan tujuh kelompok gejala ringan infeksi virus corona. Tak cuma itu, peneliti juga menemukan bahwa Covid-19 mengubah sistem kekebalan tubuh, bahkan setelah 10 pekan terpapar.

Para peneliti mengatakan, hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Allergy ini dapat memainkan peran penting dalam pengobatan pasien dan pengembangan vaksin yang manjur.

Melansir Science Daily, studi melibatkan 109 penyintas Covid-19 dan 98 orang sehat dalam kelompok kontrol. Peneliti menyebut, peserta dipastikan mengalami berbagai gejala Covid-19.


Hasilnya, peneliti mengidentifikasi ada tujuh kelompok gejala, di antaranya sebagai berikut:

1. Gejala mirip flu yang disertai demam, menggigil, kelelahan, dan batuk.

2. Gejala mirip flu dengan rinitis yang disertai bersin, tenggorokan kering, dan hidung tersumbat.

3. Nyeri sendi dan otot.

4. Peradangan pada mata dan mukosa.

5. Masalah paru-paru dengan pneumonia dan sesak napas.

6. Masalah pencernaan termasuk diare, mual, dan sakit kepala.

7. Hilangnya indera penciuman dan perasa, dilengkapi gejala lainnya.

"Dalam kelompok terakhir, kami menemukan bahwa hilangnya indera pencium dan perasa utamanya memengaruhi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, diukur dengan jumlah sel kekebalan yang baru saja beremigrasi dari kelenjar timus," ujar pemimpin studi, ahli imunologi, Windried F Pickl.

Pada saat yang sama, peneliti juga menemukan Covid-19 mengubah sistem kekebalan tubuh. Hal ini dilihat dari jumlah granulosit yang lebih rendah secara signifikan pada penyintas Covid-19 dibanding kelompok non-Covid-19. Granulosit bertanggung jawab dalam sistem kekebalan untuk melawan bakteri patogen.

"Namun, ada beberapa bagian dari sel imun tubuh yang tetap aktif secara kuat. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan masih secara intensif mengatasi virus pada beberapa pekan setelah infeksi awal," kata Pickl.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK