Menelusuri Jejak Sejarah di Kawasan Kepulauan Seribu

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Sabtu, 07/11/2020 15:13 WIB
Tak perlu pergi jauh dari Jakarta untuk menelisik jejak sejarah di Kepulauan Seribu yang memiliki banyak peninggalan luar biasa. Tak perlu pergi jauh dari Jakarta untuk menelisik jejak sejarah di Kepulauan Seribu yang memiliki banyak peninggalan luar biasa. (Foto: dok. CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Untuk berwisata #DiIndonesiaAja, Kepulauan Seribu tetap layak masuk daftar. Selain letak geografis yang dekat Jakarta, kepulauan ini juga memiliki sejumlah penawaran menarik, misalnya Pulau Bidadari, Kelor, Onrust, dan Pulau Cipir.

Jauh hari sebelum jadi resort wisata, keempat pulau itu memiliki sejarah panjang. Pada zaman penjajahan Belanda, Bidadari, Kelor, Onryst, dan Cipir berfungsi sebagai tempat pertahanan dan penyimpanan rempah-rempah sebelum dikirim ke Belanda.

Tak hanya berwisata air di Kepulauan Seribu, pengunjung pun bisa melakukan island hopping heritage, atau berwisata sejarah. Pulau Kelor, Onrust, dan Cipir pun memiliki keterkaitan kuat dengan Pulau Bidadari.


Pemberhentian pertama adalah Pulau Kelor, yang diibaratkan berukuran sebesar daun kelor. Memiliki luas tak sampai 1 hektare, pulau ini menyimpan catatan sejarah berupa galangan kapal yang dibangun Belanda, serta Benteng Martelo yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis pada abad 17.

Benteng diduga terdiri dari dua lantai, dengan ketinggian 9 meter, sekaligus yang terkecil dari empat benteng di Pulau Seribu. Saat ini, kondisi sudah tak sempurna karena runtuh beberapa kali dan abrasi. Sementara di Pulau Onrust yang dalam bahasa Belanda berarti tak pernah beristirahat.

Luas Pulau Onrust adalah sebesar 7,6 hektare, dan dulu memiliki aktivitas padat. Mulai dijadikan galangan kapal, pergudangan, serta benteng sebagai pertahanan awal Batavia. Dari pulau ini, sejarah peninggalan masa kolonial dimulai. Peninggalan lain adalah komplek pemakaman tua Belanda.

Salah satu yang paling sering dikunjungi adalah makam Maria van de Velde, yang memiliki ukiran puisi pada nisan. Lalu, ada jejak peninggalan dari tempat karantina jamaah haji yang pada tahun 1911-1913 berlokasi di tempat ini.

Selanjutnya, ada penawaran glamping atau glamour camping di Seribu Resort Pramuka. Seperti di semua tempat destinasi wisata #DiIndonesiaAja, Kepulauan Seribu pun menetapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti penggunaan masker, mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh, hingga penyemprotan disinfektan dan pembatasan kapasitas tamu. Sebelum tamu masuk, kamar langsung dibersihkan terlebih dahulu, sementara pengunjung dipersilakan menunggu sambil meminum es timun yang segar.

Resort juga memiliki beberapa ragam kamar; di antaranya dua yang berkonsep eco-resort yang menyatu dengan alam, dan kamar panggung. Terlebih, lokasi resort yang persis di seberang dermaga akan membuat pengunjung bersemangat untuk berwisata air, misalnya snorkeling di sekitar Pulau Pramuka, yakni ke Karang Pulau Air dan menyaksikan keindahan scub coral yang ada di Kelurahan Pulau Panggang.

Agar lebih aman berwisata #DiIndonesiaAja, serta juga demi diri sendiri dan lingkungan, wisatawan disarankan membawa peralatan pribadi, termasuk alat snorkeling. Bawalah beberapa masker cadangan dan vitamin, serta jangan lupa untuk saling menjaga untuk kenyamanan bersama.

[Gambas:Youtube]

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK