Produk Skincare Pharrell Williams dan Tren 'Netral Gender'

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 08:37 WIB
Pharrell Williams merilis produk skin care berkonsep netral gender di tengah meningkatnya tren kecantikan yang merangkul konsep inklusivitas dan berkelanjutan. Pharrell Williams merilis produk skin care berkonsep netral gender di tengah meningkatnya tren kecantikan yang merangkul konsep inklusivitas dan berkelanjutan. (AFP PHOTO / FRED TANNEAU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produk perawatan kulit berkonsep 'netral gender' tengah mendapatkan perhatian di tengah masyarakat yang semakin menghargai inklusivitas. Salah satunya adalah produk skin care milik Pharrell Williams yang vegan, bebas pewangi, dan dikembangkan untuk semua jenis kelamin.

Pharrell menjuluki rangkaian produknya dengan sebutan "The Three-Minute Facial". Rangkaian ini terdiri dari tiga produk yang digunakan bergantian untuk mendapatkan kulit yang sehat.

Produk ini terdiri dari pembersih bubuk, enzim eksfoliator, dan krim pelembap dengan ekstrak jamur.


"Gunakan ini selama tiga menit pada setiap pagi dan malam," ujar Pharrell dalam keterangan resminya, mengutip The Cut. Baginya, meluangkan waktu untuk merawat kulit sendiri adalah hal yang sangat penting.

Tak hanya itu, produk skincare ini juga dirancang khusus semua jenis kulit, tanpa mengenal jenis kelamin. Artinya, skincare ini bisa digunakan untuk siapa saja, pria atau perempuan.

Ahli dermatologi, Anisa Sturnham mengatakan, selama ini produk skincare kerap dipasarkan dengan membedakan gender. Ada produk yang khusus digunakan untuk perempuan, ada juga yang untuk pria.

[Gambas:Instagram]

"Kulit pria dan perempuan dibedakan oleh kadar testosteron dan kolagen," ujar Sturnham, mengutip The Guardian. Namun, pada dasarnya kulit pria dan perempuan memiliki anatomis yang sama dengan lapisan epidermis, dermal, serta jenis sel yang sama.

Industri kecantikan telah merangkul inklusivitas dalam beberapa tahun terakhir. Tak cuma Pharrell, beberapa label lain juga mencoba menggabungkan bagian perawatan kulit pria dan perempuan.

Belum lagi kehadiran sejumlah beauty blogger pria yang juga telah mengubah konsep glamor yang lebih 'netral-gender'. Tak jarang bahkan dari mereka yang digunakan oleh perusahaan mode dan kecantikan untuk memasarkan produknya.

"Kami fokus pada jenis kulit, bukan jenis kelamin," ujar Elsie Rutterford, dari label kecantikan BYBI, yang memiliki banyak pelanggan pria. Menurut Rutterford, banyaknya pelanggan pria yang dimiliki BYBI disebabkan oleh perawatan kulit yang kini telah menjadi konsep yang netral-gender.

Penelitian yang dilakukan Natural Spa Company menemukan, sepertiga pasangan suami-istri berbagi produk kecantikan mereka. Sedangkan Euromonitor memprediksi pasar kecantikan pria di Inggris yang bakal melonjak pada 2021 mendatang.

Hal-hal di atas menandai pergeseran konsep perawatan kulit, dari yang sebelumnya menjadi cita-cita kecantikan perempuan menjadi konsep yang lebih luas. "Konsep ini menciptakan ruang dan sarana ekspresi diri untuk semua orang," ujar pendiri Fluide, salah satu label skincare netral-gender, Laura Kraber.

Saat ini, konsep netral-gender sangat penting bagi pelanggan muda-khususnya generasi Z-yang menjadi target pasar. Laporan Pew Research Center menemukan, 35 persen Gen Z, menyukai berbagai hal yang menggunakan kata netral-gender atau menyoroti inklusivitas itu sendiri.

Dengan demikian, dapat dilihat bahwa pembeli berharap agar label atau mereka yang dipilih dapat mencerminkan identitas mereka. "Konsumen Gen Z memprioritaskan produk yang memiliki nilai inklusivitas dan berkelanjutan," kata Kraber.

(asr/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK