PCOS: Gejala, Penyebab, dan Tak Haid Berbulan-bulan

tim, CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2020 10:30 WIB
Media sosial digemparkan dengan pengakuan seorang wanita yang tak haid selama 10 bulan karena PCOS. Apa itu PCOS, gejala, dan penyebabnya? Media sosial digemparkan dengan pengakuan seorang wanita yang tak haid selama 10 bulan karena PCOS. Apa itu PCOS, gejala, dan penyebabnya?(iStockphoto/chrupka)
Jakarta, CNN Indonesia --

Media sosial digemparkan dengan pengakuan seorang wanita yang tak haid selama 10 bulan. Setelah memeriksakan diri ke dokter, dia ketahui mengidap PCOS atau Polycystic ovary syndrome.

Apa itu Polycystic ovary syndrome atau PCOS? Apa penyebab, bagaimana gejala, dan apa bahayanya untuk wanita?

Penyebab PCOS

PCOS sebenarnya termasuk dalam masalah kesehatan kelainan hormon. Sebenarnya hal ini umum dialami wanita terutama mereka yang masih dalam usia reproduktif atau di usia subur. Hanya saja dalam beberapa kasus, penyakit ini menyebabkan periode menstruasi yang kacau balau.


PCOS adalah salah satu penyebab paling umum dari infertilitas wanita. Banyak wanita menemukan bahwa mereka menderita PCOS ketika mereka mencoba untuk hamil dan tidak berhasil.

Melansir berbagai sumber, wanita yang didiagnosa mengalami PCOS akan mengalami masa menstruasi atau haid yang sangat jarang, seperti yang dialami wanita di media sosial yang periode haidnya sampai 10 bulan. Di sisi lain ada juga wanita yang mengalami PCOS dan berakibat pada menstruasi yang berkepanjangan.

"Penyebabnya belum jelas banget, tapi pada umumnya karena kegemukan. Tapi, PCOS bisa juga terjadi pada orang kurus. (Meski tubuhnya kurus) harus tetap dilihat insulinnya. Kalau insulinnya tinggi, bisa menyebabkan hiper-androgen (hormon pria) sehingga sel telur tidak berkembang," Frizar Irmansyah, dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta dikutip dari Hai Bunda.

Meski penyebabnya belum diketahui dengan pasti, namun ada beberapa faktor yang dianggap berperan sebagai penyebab penyakit ini, dikutip dari Mayo Clinic.

1. Kelebihan kadar hormon pria (androgen)

Dalam hal ini, ovarium akan mengembangkan banyak kumpulan kecil cairan (folikel) dan gagal melepaskan telur secara teratur.

2. Insulin berlebih

Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas yang memungkinkan sel menggunakan gula, suplai energi utama tubuh Anda. Jika sel Anda menjadi resisten terhadap tindakan insulin, maka kadar gula darah Anda bisa naik dan tubuh Anda mungkin memproduksi lebih banyak insulin. Insulin berlebih dapat meningkatkan produksi androgen, menyebabkan kesulitan dengan ovulasi.

3. Peradangan tingkat rendah

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan produksi sel darah putih dari zat untuk melawan infeksi. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS memiliki jenis peradangan tingkat rendah yang merangsang ovarium polikistik untuk memproduksi androgen, yang dapat menyebabkan masalah jantung dan pembuluh darah.

4. Keturunan

Penelitian menunjukkan bahwa gen tertentu mungkin terkait dengan PCOS.

Gejala PCOS

Mengutip NHS, gejala sindrom ovarium polikistik (PCOS) akan terlihat di akhir masa remaja atau di awal 20-an. Hanya saja, tidak semua wanita dengan PCOS akan mengalami semua gejala tersebut. Beberapa wanita hanya mengalami masalah menstruasi atau tidak bisa hamil, atau keduanya.

Gejala PCOS akan makin terasa ketika wanita memiliki masalah dengan obesitas.

Ilustrasi kentutFoto: Thinkstock/9nong
Ilustrasi kentut

Berikut gejala umum PCOS:
1. Haid tak teratur atau tak haid sama sekali
2. Sulit hamil (karena ovulasi tak teratur atau gagal ovulasi)
3. Pertumbuhan rambut yang berlebihan biasanya di wajah, dada, punggung, atau bokong (hirsutisme)
4. Berat badan naik
5. Rambut menipis dan rontok dari kepala
6. Kulit berminyak dan berjerawat

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK