Mengenal PPOK: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

tim, CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 18:45 WIB
Penyakit Paru Obstruktif Kronis adalah penyakit kronik penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Kenali gejala, pengobatan, dan pencegahan PPOK. ilustrasi: Penyakit Paru Obstruktif Kronis adalah penyakit kronik penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Kenali gejala, pengobatan, dan pencegahan PPOK. ( iStockphoto/utah778)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK adalah penyakit kronik penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. Kenali gejala, faktor risiko, pengobatan, dan pencegahan PPOK.

Apa itu PPOK?

PPOK merupakan penyakit yang terjadi karena penurunan fungsi paru yang kronis. Penyakit ini ditandai dengan gejala sesak napas yang terus menerus. Umumnya penyakit ini muncul pada usia 50 tahun ke atas.

"PPOK adalah penyakit umum yang dapat dicegah dan diobati. Ditandai dengan gejala sesak yang persisten karena keterbatasan aliran udara dan berhubungan dengan zat-zat oksidatif," kata Budhi Antariksa, dokter spesialis paru dalam peringatan Hari PPOK Sedunia atau World COPD Day yang dihelat Kalbe Farma, Rabu (18/11).


Hari PPOK Sedunia diperingati setiap Rabu pada pekan ketiga November yang tahun ini jatuh pada 18 November. Pada tahun ini Hari PPOK Sedunia mengangkat tema 'Living Well with COPD Everybody Everywhere'.

Faktor Risiko PPOK

Setiap orang mengalami penurunan fungsi paru karena bertambahnya usia. Namun, pada penderita PPOK, fungsi paru menurun lebih cepat disebabkan karena beberapa faktor risiko.

Berikut faktor risiko penyebab PPOK:

1. Genetik
Sejumlah gen yang dimiliki seseorang dapat mempercepat PPOK.

2. Merokok
Merokok merupakan penyebab utama PPOK. Merokok menurunkan fungsi paru secara signifikan.

"Orang yang merokok fungsi parunya menurun tiga kali lebih besar dibandingkan tidak merokok," kata Budhi.

3. Polusi udara
Paparan polusi udara juga meningkatkan risiko seseorang terkena PPOK.

4. Debu atau paparan kimia
Paparan debu atau senyawa kimia juga bisa membuat seseorang lebih berisiko terkena PPOK.

5. Infeksi
Seseorang yang mengalami infeksi paru yang berulang lebih berisiko mengembangkan PPOK di masa depan.


Gejala PPOK

Gejala PPOK sangat mudah diketahui yakni: 

1. Sesak napas
Orang yang menderita PPOK mengalami sesak napas yang berulang dan terus menerus. Episode sesak napas dapat muncul sewaktu-waktu terutama saat melakukan aktivitas terutama pada seseorang berusia pertengahan.

2. Batuk kronik
Gejala lain yang muncul adalah batuk kronik yang terus menerus.

3. Produksi dahak
Batuk pada PPOK juga disertai dengan produksi dahak.

ilustrasi paru-paruFoto: iStockphoto/magicmine
ilustrasi paru-paru

 


Pengobatan


PPOK tak bisa disembuhkan karena kondisi paru tak bisa dikembalikan pada kondisi normal. Namun, gejala dan progresivitas PPOK dapat dihambat dengan sejumlah pengobatan.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan spirometri, radiologi, laboratorium darah, analisis gas darah, dan mikrobiologi sputum untuk menentukan pengobatan yang tepat.

Pencegahan PPOK


Meski tak bisa disembuhkan, PPOK dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut cara mencegah PPOK.

1. Tidak merokok atau berhenti merokok
Berhenti merokok secara efektif dapat mempertahankan fungsi paru.

2. Menghindari paparan polusi udara
Hindari paparan polusi udara karena dapat menurunkan fungsi paru.

3. Berolahraga
Lakukan olahraga rutin yang melatih otot pernapasan. Olahraga dapat menjaga dan meningkatkan fungsi paru.

4. Konsumsi makanan mengandung antioksidan
Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan untuk mencegah perkembangan oksidatif atau kerusakan sel pada paru.

(ptj/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK