Pakistan Gelar Pesta Perpisahan untuk Gajah yang Kesepian

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 14:50 WIB
Kaavan, gajah kesepian yang diduga hidup dalam kandang tak layak hingga mengalami gangguan jiwa, akan dipindahkan ke Kamboja. Kaavan, gajah yang diduga mengalami gangguan jiwa. (AFP/FAROOQ NAEEM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dimeriahkan dengan musik, makanan, dan balon, seekor gajah Asia di Pakistan mengikuti pesta perpisahan sebelum dipindahkan ke Kamboja atas usaha bertahun-tahun dari aktivis hak-hak hewan.

Keberadaan Kaavan, seekor gajah berusia 35 tahun yang kelebihan berat badan, menjadi perbincangan internasional yang menyoroti keadaan menyedihkan di kebun binatang Islamabad, di mana kondisinya sangat buruk sehingga pada bulan Mei hakim memerintahkan semua hewan untuk dipindahkan ke lokasi baru.

Kaavan akan diterbangkan ke suaka margasatwa di Kamboja pada hari Minggu (29/11), kata Saleem Shaikh, juru bicara Kementerian Perubahan Iklim Pakistan.


Sebelumnya Kaavan telah berbulan-bulan menjalani perawatan dan pelatihan khusus untuk membiasakan diri dengan peti logam besar yang akan mengangkutnya ke Kamboja.

Namun sebelum hijrah, para pecinta hewan mengucapkan selamat tinggal, dengan penampilan dari band-band lokal memeriahkan suasana.

"Kami ingin mendoakan ia menjalani masa pensiun yang bahagia," kata Marion Lombard, dari Four Paws International, kelompok kesejahteraan hewan yang memelopori upaya relokasi.

Kebun Binatang Islamabad, tempat tinggal Kaavan selama beberapa dekade sejak kedatangannya dari Sri Lanka, didekorasi dengan balon dan spanduk bertuliskan kata-kata penuh harapan dan doa.

"Kami akan merindukanmu Kaavan," tulis salah satu spanduk.

Penderitaan Kaavan disorot selama bertahun-tahun oleh ikon pop Amerika, Cher, yang secara terbuka mengkampanyekan relokasi gajah dan menyebut keputusan untuk memindahkannya sebagai salah satu "momen terbesar" dalam hidupnya.

Pejabat kebun binatang di masa lalu membantah Kaavan dirantai di dalam kandang yang mengenaskan, dan mengklaim bahwa gelagat aneh makhluk itu hanya karena merindukan pasangan baru setelah pasangannya meninggal pada 2012.

Tetapi perilaku Kaavan - termasuk tanda-tanda kesusahan seperti terus menerus mengangguk - menimbulkan kekhawatiran akan penyakit mental.

Aktivis juga mengatakan Kaavan tidak terlindung dengan baik dari suhu musim panas yang membakar di Islamabad, yang bisa naik di atas 40 derajat Celcius.

Saheli, teman Kaavan, yang juga tiba dari Sri Lanka, meninggal pada 2012.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK