Gajah Kesepian dan Stres di Pakistan Dipindahkan ke Kamboja

CNN Indonesia | Senin, 20/07/2020 13:42 WIB
Media representatives take video and photographs of Elephant Kaavan as it stands behind a fence at the Marghazar Zoo in Islamabad on July 18, 2020. - A Pakistani court approved the relocation of a lonely and mistreated elephant to Cambodia on July 18 after the pachyderm became the subject of a high-profile rights campaign backed by music star Cher. (Photo by Farooq NAEEM / AFP) Kaavan, gajah yang diduga stres akibat terus-terusan dirantai, akhirnya dipindahkan dari Pakistan ke Kamboja. (AFP/FAROOQ NAEEM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Pakistan menyetujui pemindahan Kaavan, gajah yang kesepian dan teraniaya, ke Kamboja pada hari Sabtu (18/7) setelah kondisi mengenaskan mamalia itu dikritik oleh legenda musik Cher.

Kaavan selama ini menghuni Kebun Binatang Islamabad dan menunjukkan gejala penyakit mental, sehingga memicu kemarahan dunia atas perawatannya dan sebuah petisi menuntut pembebasannya telah ditandatangani lebih dari 400 ribu orang.

Pengadilan Tinggi Islamabad memerintahkan kebebasan Kaavan pada bulan Mei dan menginstruksikan pejabat satwa liar untuk mencari "suaka yang cocok".


Pihak berwenang mengatakan pada sidang hari Sabtu bahwa komite ahli merekomendasikan Kaavan dipindahkan ke suaka margasatwa seluas 25 ribu hektare di Kamboja untuk menikmati masa pensiun.

"Pengadilan telah menyetujui usulan tersebut," kata Anis Ur Rehman, ketua dewan Manajemen Margasatwa Islamabad, kepada AFP pada Sabtu.

Pejabat kebun binatang Islamabad membantah bahwa Kaavan dikurung, dan mengklaim bahwa ia merindukan pasangan baru setelah rekannya meninggal pada tahun 2012.

Tetapi perilakunya - termasuk tanda-tanda ketergangguan seperti menggelengkan kepala berulang kali - menunjukkan "semacam penyakit mental", Safwan Shahab Ahmad dari Pakistan Wildlife Foundation mengatakan kepada AFP pada tahun 2016.

Aktivis juga mengatakan Kaavan tidak terlindungi dari suhu musim panas Islamabad yang panas, yang bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Nasib Kaavan menarik perhatian Cher, yang menghabiskan waktu bertahun-tahun menyerukan kebebasannya.

Dia menulis cuitan pada bulan Mei, bahwa keputusan pengadilan untuk memerintahkan pembebasannya adalah "salah satu momen terbesar dalam hidupku".

Tiba di Pakistan sebagai anak berusia satu tahun pada tahun 1985 dari Sri Lanka, Kaavan dikandangkan pada tahun 2002 karena para penjaga kebun binatang khawatir dengan perilaku agresifnya.

Dia kemudian dibebaskan pada tahun itu setelah banyak protes dari pecinta satwa, tetapi muncul fakta pada tahun 2015 bahwa dia masih dirantai selama beberapa jam setiap hari.

Penasihat pemerintah Pakistan, Malik Amin Aslam, mengatakan pihak berwenang akan "membebaskan gajah baik ini, sekaligus memastikan bahwa hidupnya akan bahagia".

Putusan pengadilan pada bulan Mei juga memerintahkan lusinan hewan lain - termasuk beruang coklat, singa dan burung - untuk dipindahkan sementara kebun binatang meningkatkan standarnya pemeliharaan satwanya.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]