9 Spot Indah yang Dilalui Pendakian Gunung Semeru

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 14:50 WIB
Bagi yang selama ini penasaran, mengapa banyak pendaki yang ingin menjejak di Gunung Semeru, berikut sejumlah alasannya. Gunung Semeru. (Thomas J. Casadevall/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jalur pendakian di Gunung Semeru ditutup sementara sejak 30 November 2020 terkait aktivitas vulkanik yang sedang terjadi di puncaknya. Oleh karena itu, saat ini pendaki harus menunggu dengan sabar untuk segera bisa menikmati pemandangan matahari terbit dari Mahameru.

Bagi yang selama ini penasaran, mengapa banyak pendaki domestik dan mancanegara yang ingin menjejak di Gunung Semeru, berikut sejumlah alasannya:

1. Kebun Teh Kertowono

Saat berangkat menuju pos pendakian awal, pendaki akan melewati Kebun Teh Kertowono yang berada di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang.


Hamparan tanaman teh di sini sudah ada sejak zaman Belanda, sekitar 1910.

Tur wisata ke pabrik teh yang kini dikelola PTPN juga bisa dilakukan.

2. Ranu Pani

Ranu Pani merupakan pos pendakian awal yang berlokasi di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Tempat ini berupa danau air tawar yang dikelilingi oleh teduhnya pepohonan.

[Gambas:Instagram]

3. Ranu Regulo

Satu lagi danau air tawar yang bisa dikunjungi pendaki yang hendak summit di Mahameru adalah Ranu Regulo.

Letaknya tak jauh dari Ranu Pani dan agak tersembunyi. Kalau punya banyak waktu lebih sebelum memulai pendakian, silakan mendatangi danau ini.

[Gambas:Instagram]

4. Ranu Kumbolo

Sama seperti dua danau di atas, Ranu Kumbolo juga merupakan danau air tawar yang bakal dilewati pendaki saat menuju puncak Gunung Semeru.

Di tempat seluas 15 hektare ini pendaki biasanya mendirikan tenda untuk berkemah.

Keasrian alamnya membuat pemandangannya amat indah, jadi jangan sampai meninggalkan sampah selama berada di sana.

Mentari muncul menyinari tenda-tenda pendaki di Ranu Kumbolo, Kamis (6/7). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/17.Ranu Kumbolo. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari(

5. Tanjakan Cinta

Jalan menanjak dengan kemiringan 45 derajat ini punya mitos, kalau sang pendakinya menoleh ke belakang maka ia akan putus cinta,

Benar atau tidaknya mitos tersebut, menoleh ke belakang saat jalan menanjak memang bisa berbahaya bagi keselamatan diri.

[Gambas:Instagram]

6. Padang Bunga Oro-oro Ombo

Banyak yang mengira kalau bunga di sini merupakan bunga lavender karena warnanya yang keunguan. Namun sebenarnya yang tumbuh di sini ialah bunga verbana, tanaman non-endemik yang disebut menganggu pertumbuhan tanaman lain plus bisa membuat tanah kering.

Di balik keburukannya, padang bunga indah ini bisa dinikmati setelah pendaki melewati Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta.

Musim mekarnya sekitar April sampai Mei.

[Gambas:Instagram]



7. Kalimati

Kalimati menjadi lokasi istirahat pendaki sebelum menuju Mahameru. Lanskapnya berupa sungai tak berair jika musim kemarau.

Waspada jika datang saat Gunung Semeru sedang batuk, karena tempat ini bakal dilewati aliran lahar.

Tak jauh dari area berkemah, ada padang bunga edelweis yang indah seluas 20 hektare di sini.

[Gambas:Instagram]

8. Archapada

Di tengah pendakian menuju puncak Gunung Semeru, pendaki bisa melihat papan petunjuk menuju Archapada, yang disebut sebagai arca tertinggi di Pulau Jawa.

Tapi karena sulitnya medan, arca ini menjadi sulit dijangkau.

9. Mahameru

Mahameru menjadi puncak dari Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa. Di dekatnya ada kawah Jonggring Saloko yang sekitar 30 menit sekali menyemburkan asap.

Hati-hati dan jangan terlalu lama saat berada di atasnya, karena dikhawatirkan ada gas beracun yang ikut membumbung.

(ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK