Vaksin Saat Puasa, Ahli Sarankan Tak Lama dari Sahur

tim, CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 15:42 WIB
Ahli memberi penjelasan dan saran tentang pemberian vaksin Covid-19 saat berpuasa. Ilustrasi. Ahli memberi penjelasan dan saran tentang pemberian vaksin Covid-19 saat berpuasa. (iStockphoto/licsiren)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vaksinasi Covid-19 ditargetkan mulai diberikan kepada masyarakat pada April mendatang, diawali dengan tenaga kesehatan (nakes) kemudian masyarakat umum.

Melihat rencana pemberian vaksin Covid-19 ini, kemungkinan vaksinasi dilakukan bersamaan dengan bulan Ramadan atau masuk bulan puasa. Apakah kegiatan puasa turut mempengaruhi vaksinasi?

"Sebenarnya tidak ada hubungannya. Belum ada riset atau data kalau vaksinasi dilakukan saat puasa," kata Profesor Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas KIPI dan anggota ITAGI, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (16/1) lalu.


Akan tetapi, dia menyarankan bahwa ada baiknya vaksinasi dilakukan tidak jauh dari jam sahur atau berbuka.

Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman di perut atau perut tidak dalam kondisi benar-benar kosong. Karena makanan bertahan di perut selama sekitar 3 jam, vaksinasi bisa dilakukan pada pukul 07.00-08.00 pagi.

"Sahur kan subuh ya, vaksinasi pukul 07.00-08.00 pagi bisa, kita masih ada energi. Atau bisa setelah berbuka," katanya.

Sementara itu, ia mengingatkan protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) tetap harus dijalankan. Menerima vaksin bukan berarti seseorang menjadi kebal terhadap Covid-19.

"Setelah vaksin jangan terus merasa kebal. Jangan sampai kurang kewaspadaan. Jika kurang waspada, virus masuk. Tidak berat, 3M, pakai masker, cuci tangan dan hindari kerumunan," katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan vaksinasi Covid-19 bakal rampung pada Maret 2022 mendatang. Periode pertama dieksekusi Januari-April 2021 untuk 1,3 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi dan 17,4 juta untuk petugas publik (public servant).

"Tahap selanjutnya adalah masyarakat lansia di atas 60 tahun yang jumlahnya sekitar 21,5 juta," kata Budi beberapa waktu lalu.

Periode kedua rencananya dilaksanakan pada April 2021-Maret 2022. Vaksinasi ditujukan pada masyarakat rentan atau masyarakat di daerah dengan risiko penularan tinggi sebanyak 63,9 juta orang.

Terakhir, vaksin diberikan pada masyarakat umum sesuai ketersediaan vaksin. Targetnya sebanyak 77,4 juta orang akan menerima vaksin gratis.

(els/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK