10 Tanda Bahaya dan Obat Sakit Kepala pada Anak

tim, CNN Indonesia | Minggu, 24/01/2021 13:34 WIB
Dokter spesialis neurologi anak memberikan pemaparan terkait tanda bahaya dan obat sakit kepala pada anak. Ilustrasi. Ada sejumlah tanda bahaya saat anak mengalami sakit kepala dan kapan harus segera dibawa ke dokter. (iStockphoto/ljubaphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menjadi kurang aktif, gelisah, bahkan rewel merupakan gejala umum yang dirasakan anak saat ada bagian tubuh yang sakit, termasuk sakit kepala.

Bila sudah demikian, apa yang dapat dilakukan orang tua untuk mengobati sakit kepala Anak?

Dokter spesialis neurologi anak, dr. Amanda Soebadi, SpA(K), mengatakan bahwa untuk penanganan awal saat anak mengalami nyeri, orangtua dapat melakukan apa yang membuat sang anak merasa nyaman lebih dulu.


"Misalnya, bila anak merasa nyaman dengan berbaring, atau berbaring dengan lampu digelapkan di ruangan yang sepi, lakukanlah," kata Amanda saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Amanda kemudian mengatakan, jika hal tersebut tidak membantu, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan memberi obat pereda rasa nyeri.

"Bisa diberikan paracetamol untuk mengurangi rasa nyeri. Perlu diingat bahwa ini tidak mengobati sakit kepalanya. Yang penting apabila anak sakit kepala itu adalah mencari penyebabnya. Sakit kepala pada anak dapat disebabkan hal yang relatif tidak berbahay," katanya.

"Dapat juga merupakan penyebab masalah di luar otak, misalnya sinusitis, mata minus, masalah telinga atau gigi, tapi sebagian kecil disebabkan penyakit yang berbahaya, misalnya tumor otak. Walaupun sebagian besar sakit kepala anak tidak berbahaya, tetapi ada sakit kepala yang disebabkan penyakit berbahaya yang mengancam jiwa," tambah Amanda.

Untuk itu, Amanda membagikan sejumlah tanda bahaya yang patut diperhatikan orangtua dan segera membawa anak ke dokter saat menemukan tanda-tanda tersebut.

Berikut 10 tanda bahaya sakit kepala pada anak.

1. Makin sering timbul

"Misalnya semula timbul hanya sebulan sekali, lama-lama seminggu sekali, lama-lama menjadi setiap hari," kata Amanda.

2. Makin lama makin berat

Tanda berikutnya adalah bila sakit kepala makin lama makin terasa berat, dalam arti intesitas nyerinya semakin parah. Amanda mengatakan bahwa itu bisa terlihat dari perilaku anak yang semula masih bisa beraktivitas ringan menjadi berubah.

"Saat dia menjadi rewel terus-menerus, kesakitan karena sakit kepala yang makin lama makin berat itu perlu diwaspadai," ujarnya.

3. Perubahan perilaku

Sakit kepala yang disertai perubahan perilaku saat pun patut diperhatikan.

Menurut Amanda, saat mereka menjadi lebih banyak diam, lebih banyak tidur, mengalami penurunan prestasi akademik yang drastis atau berbicara meracau, orangtua perlu segera mencari bantuan tenaga ahli.

Demikian pula jika terdapat kelemahan anggota gerak, misalnya satu sisi tubuh menjadi kurang aktif atau wajah mencong ke satu sisi.

4. Sakit kepala sering muncul di pagi hari

Berikutnya adalah saat sakit kepala pada anak sering muncul di pagi hari atau saat mereka bangun tidur.

"Sakit kepala yang disebabkan peningkatan tekanan dalam otak, misalnya tumor, polanya biasanya setelah dia tidur, karena saat tidur otak relatif berada di ketinggian yang rendah. Biasanya kan kepala di paling atas sehingga darah dan cairan cenderung tertarik gravitasi ke bawah," tutur Amanda.

"Saat bangun dan berada dalam posisi tegak, kepala terletak paling tinggi, sehingga darah dan cairan cenderung tertarik gravitasi ke bawah. Ketika tidur, darah dan cairan relatif lebih banyak mengumpul di daerah kepala untuk waktu yang cukup lama, sehingga saat bangun tidur tekanan di otak relatif tinggi. Ini sebabnya sakit kepala pada tumor otak sering dirasakan ketika bangun tidur."

5. Disertai muntah

"Harus waspadai saat sakit kepala disertai muntah. Apalagi bila sakit kepala terjadi pada pagi hari dan disertai muntah. Sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mencari penyebab sakit kepalanya," lanjut Amanda.

6. Kejang

Ketika sakit kepala juga disertai kejang, orangtua harus segera membawa anak ke dokter.

7. Gangguan penglihatan

Anak juga harus segera diperiksa saat penglihatan matanya mulai kabur atau berkunang-kunang, atau seperti melihat kilatan cahaya.

8. Memberat dengan perubahan posisi

Menurut Amanda, migrain umumnya berkurang saat dibawa tiduran atau berbaring. Namun, jika terjadi sebaliknya, yaitu sakit kepala memberat dengan berbaring atau dengan perubahan posisi lain, misalnya membungkuk atau sujud, hal ini perlu diperiksa.

9. Tampak terus mengantuk

Jika anak tampak lebih banyak tidur, dan ketika dibangunkan memilih tidur kembali, mungkin ada penurunan kesadaran yang merupakan salah satu tanda bahaya pada sakit kepala.

10. Mengganggu aktivitas rutin

Tanda bahaya selanjutnya adalah saat kegiatan rutin anak mulai terganggu. Amanda mencontohkan misalnya bila anak sering tidak masuk sekolah karena sakit kepala.

Bila menemukan sejumlah tanda tersebut, segera bawa anak ke dokter untuk mengetahui penyebat dan obat sakit kepala anak yang tepat.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK