Wisatawan Lokal Mulai Ramai Kunjungi Pemukiman Suku Baduy

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 14:54 WIB
Pemukiman Suku Baduy yang mencatat nol kasus virus Corona mulai ramai didatangi wisatawan lokal untuk wisata alam dan seni budaya. Warga Suku Baduy Luar menenun kain khas Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemukiman Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang mencatat nol kasus virus Corona sejak setahun lalu, saat ini mulai ramai didatangi wisatawan lokal yang mengaku berkunjung untuk menikmati wisata alam dan seni budaya.

Kebanyakan wisatawan lokal itu datang dari berbagai daerah di Provinsi Banten, seperti Serang, Bayah, Tangerang, dan Pandeglang.

"Kami datang ke sini bersama rombongan ingin melihat kehidupan warga Baduy juga menikmati makan durian," kata Tati, warga Bayah, Kabupaten Lebak, Jumat (22/1).


Selama ini kawasan pemukiman Suku Baduy di Kabupaten Lebak menawarkan wisata pemandangan alam serta edukasi seni budaya.

Masyarakat Suku Baduy menghuni rumah panggung yang terbuat dari atap rumbia dan berdinding bilik bambu.

Di pemukiman Suku Baduy juga tak tidak terlihat barang-barang elektronik, penerangan listrik, dan kendaraan. Masyarakatnya juga menolak pembangunan sarana infrastruktur jalan.

"Kami merasa senang bisa mendatangi permukiman Baduy dan mereka sangat damai juga mencintai alam juga kehidupannya sederhana," ujarnya.

Ia mengatakan selama ini masyarakat Suku Baduy tidak mengalami kesulitan ekonomi dan pangan di tengah pandemi COVID-19.

Produksi pangan seperti padi, pisang, dan umbi-umbian melimpah dari bercocok tanam ladang mereka.

"Kami mengapresiasi kehidupan warga Baduy cukup sederhana juga persediaan pangan keluarga mencukupinya," kata Tati.

Kodir, warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan dirinya bersama rombongan pertama kali mengunjungi pemukiman Suku Baduy karena penasaran untuk melihat langsung kehidupan masyarakat di sana.

Selama ini dirinya mengetahui masyarakat Baduy hanya dari media elektronik dan belum pernah mengunjunginya.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Desa Kanekes Hudri mengatakan wisatawan yang mengunjungi pemukiman Suku Baduy harus mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, guna mencegah penularan COVID-19.

Apabila pengunjung tidak mematuhi protokol kesehatan dan 3M, kata dia, maka akan dilakukan peneguran oleh petugas.

Sebab, lanjut dia, selama ini kawasan pemukiman Suku Baduy terbebas dari ancaman penyakit yang membahayakan, termasuk virus Corona itu.

(ANTARA/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK