HARI KANKER SEDUNIA

Kisah Berthie Sompie Melawan Kanker Paru dan Usus Sekaligus

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/02/2021 15:10 WIB
Berthie Sompie tak menyerah melawan dua kanker ganas yang dideritanya. Semangat dan ketekunan jadi kunci kesembuhan. Berthie Sompie tak menyerah melawan dua kanker ganas yang dideritanya. Semangat dan ketekunan jadi kunci kesembuhan. (dok: Tangkapan Layar YouTube/dkk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berthie Sompie tak menyerah melawan dua kanker ganas yang dideritanya. Semangat dan ketekunan menjalani pengobatan menjadi kunci sukses Berthie sembuh dari kanker paru dan kanker usus sekaligus.

Perjalanan Berthie yang punya nama lengkap Albert Charles Sompie untuk sembuh dari kanker penuh lika-liku. Berthie pertama kali didiagnosis menderita kanker paru pada 2005. Kala itu usianya masih 47 tahun.

"Saya terdeteksi kanker paru tahun 2005, bulan November," kata Berthie dalam peringatan Hari Kanker Sedunia yang digelar Yayasan Kanker Indonesia. Hari Kanker Sedunia diperingati tiap 4 Februari.


Sebagai mantan kapten tim softball nasional tahun 1980-1990, Berthie mengaku menjalani gaya hidup sehat dengan aktif berolahraga. Namun, sudah sejak usia 17 tahun dia menjadi perokok berat. Merokok merupakan salah satu penyebab utama kanker paru.

Berthie pun menjalani pengobatan kanker hingga dioperasi pada Desember 2005. Namun, dua bulan kemudian, sel kanker kembali tumbuh bersarang di tubuhnya. Kali ini, kanker menyerang usus Berthie.

Berthie kembali menjalani proses bedah pengangkatan kanker pada Maret 2006. Pengobatan pun dilanjutkan dengan kemoterapi selama satu tahun untuk benar-benar membunuh kanker.

Berthie mengaku, masa-masa ini merupakan masa tersulit dalam hidupnya.

"Perjalanan saya menghadapi sakit kanker ini yang sangat berat. Kanker yang paling banyak di laki-laki itu kanker paru dan nomor dua itu kanker usus, dua-duanya ada di saya," tutur Berthie.

Data Globocan menunjukkan, kanker paru adalah kanker yang paling banyak menyerang laki-laki dan ketiga pada perempuan. Sedangkan kanker usus adalah kanker yang paling banyak kedua membunuh laki-laki dan keempat pada perempuan.

Berthie bahkan menyebut, saat itu dokter sudah memvonis secara medis bahwa harapan hidupnya tinggal enam bulan dan paling lama satu tahun.

Akan tetapi, setelah menjalani tiga kali kemoterapi dan melihat ada perbaikan, Berthie mencoba untuk berdamai.

"Setelah kemoterapi yang ketiga, saya berusaha berdamai dengan kanker. Setelah itu saya bisa menjalani hari-hari dengan tegar dan saya mencoba untuk tetap senang dan bahagia. Dinikmati aja," ucap Berthie.

Menurut Berthie, ini-lah yang membuatnya tetap bertahan 15 tahun setelah didiagnosis dua kanker sekaligus. Dia memberi semangat pada para pejuang kanker agar tetap kuat dan tidak menyerah.

"Karena kanker ini bukan akhir dari segalanya. Jadi, untuk teman-teman yang baru terdeteksi kanker, kanker itu bisa disembuhkan karena obat-obatan yang sekarang makin canggih dan tidak ada masalah dengan biaya karena ada BPJS Kesehatan," kata Berthie.

Saat ini Berthie juga tergabung dalam support group Yayasan Kanker Indonesia.

(ptj/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK