Kanker Kolorektal: Gejala, Faktor Risiko, dan Pengobatan

tim, CNN Indonesia | Jumat, 29/01/2021 08:50 WIB
Kanker kolorektal merupakan salah satu penyakit kronis yang perlu diwaspadai. Agar mendapatkan penanganan yang tepat, kenali gejala kanker kolorektal. Ilustrasi. Mengenal kanker kolorektal: gejala, faktor risiko, dan pengobatan. (iStockphoto/ peterschreiber.media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kanker kolorektal adalah kanker ganas yang berasal dari jaringan usus besar, terdiri dari kolon (bagian terpanjang dari usus besar) dan/atau rektum (bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus). Kenali gejala kanker kolorektal agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Berdasarkan data Globocan 2012, kasus kanker kolorektal di Indonesia mencapai 12,8 per 100 ribu penduduk usia dewasa, dengan mortalitas 9,5 persen dari seluruh kasus kanker.

Karakteristik penderita kanker kolorektal di Indonesia agak berbeda dengan di negara maju. Di Indonesia, 51 persen dari seluruh penderita berusia di bawah 50 tahun dan pasien di bawah 40 tahun berjumlah 28.17 persen.


Kanker kolorektal merupakan keganasan ketiga terbanyak di dunia dan penyebab kematian kedua terbanyak (terlepas dari gender) di Amerika Serikat. Data WHO memperkirakan ada 1.849.518 kasus baru KKR dan 880.792 kematian terkait KKR pada 2018.

Studi terbaru menemukan bahwa kasus kanker di negara berkembang, khususnya di Asia, cenderung meningkat. Tingkat kejadian kanker seperti paru-paru dan kolorektal di beberapa negara Asia telah melampaui negara-negara Barat.

Perubahan ini mungkin karena adopsi gaya hidup terkait kanker seperti merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, obesitas dan diet tinggi lemak dan rendah serat, hingga faktor risiko lingkungan dan pekerjaan seperti polusi udara.

Berikut pemaparan konsultan hematologi onkologi medik FKUI-RSCM, dr. Ikhwan Rinaldi, terkait kanker kolorektal dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (26/1).

Gejala kanker kolorektal

Gejala kanker kolorektal seringkali dirasakan oleh pasien ketika kanker sudah berkembang jauh.

Jenis gejalanya tergantung kepada ukuran dan lokasi tumbuhnya kanker. Beberapa gejala yang dapat muncul, antara lain:
- Diare atau konstipasi.
- Buang air besar yang terasa tidak tuntas.
- Darah pada tinja.
- Mual.
- Muntah.
- Perut terasa nyeri, kram, atau kembung.
- Tubuh mudah lelah.
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Faktor risiko kanker kolorektal

Secara global, kanker kolorektal merupakan jenis kanker ketiga paling banyak pada laki-laki, dan jenis kanker kedua paling banyak pada wanita.

Risiko penyakit cenderung lebih sedikit pada wanita dibandingkan pada pria. Banyak faktor lain yang dapat meningkatkan risiko individu untuk terkena kanker kolorektal.

Beberapa faktor yang dapat memicu kanker kolorektal, yaitu:

- Usia

Risiko kanker kolorektal akan meningkat seiring bertambahnya usia. Lebih dari 86 persen kasus kanker kolorektal dialami oleh seseorang berusia 50 tahun atau lebih.

- Riwayat penyakit

Seseorang dengan riwayat penyakit kanker atau polip kolorektal lebih berisiko terserang kanker kolorektal. Begitu juga seseorang dari keluarga yang pernah mengalami penyakit kanker atau polip kolorektal.

- Penyakit genetik

Seseorang dengan penyakit yang diturunkan dari keluarga, seperti sindrom Lynch, berisiko tinggi mengalami kanker kolorektal.

- Radang usus

Kanker kolorektal berisiko tinggi menyerang penderita kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.

- Gaya hidup

Kurang olahraga, kurang asupan serat dan buah-buahan, konsumsi minuman beralkohol, obesitas atau berat badan berlebih, dan merokok meningkatkan risiko kanker kolorektal.

- Radioterapi

Paparan radiasi pada area perut meningkatkan risiko kanker kolorektal.

- Diabetes

Pengobatan Kanker Kolorektal

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK