Jatuh Bangun Nova Lawan Kanker yang Bermetastasis

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 10:00 WIB
Selama enam tahun, Nova Dhelia berjibaku berjuang melawan kanker yang diidapnya. Dua kali sudah, sel kanker yang ada di dalam tubuhnya bermetastasis. Ilustrasi. Selama enam tahun, Nova Dhelia berjibaku berjuang melawan kanker yang diidapnya. (Istockphoto/FatCamera)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sudah enam tahun, Nova Dhelia didiagnosis mengidap kanker payudara. Selama itu pula dia terus berjibaku berjuang melawan kanker yang diidapnya. Meski banyak melewati jatuh bangun, Nova tetap optimistis bahwa dirinya bisa sembuh dari kanker.

"Sudah enam tahun saya menjadi pengidap kanker. Setiap hari bolak-balik ke rumah sakit. Itu saya kerjakan selama enam tahun ini," kata Nova dalam konferensi pers CISC, Jumat (19/2).

Nova pertama kali didiagnosis menderita kanker pada 2015 lalu. Saat itu, Nova memeriksakan kondisi kesehatannya secara meluruh atau general check up. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat nodul atau pertumbuhan jaringan yang tidak normal di payudaranya.


Dengan cepat, Nova langsung melakukan biopsi untuk memastikan nodul tersebut. Melalui biopsi, akan diketahui apakah nodul merupakan kanker atau tidak.

Nova tak mau menunda pemeriksaan lantaran dia tak ingin mengulang kesalahan yang sama seperti yang dialami ibunya.

"Mama saya juga kanker payudara. Tapi, awalnya tidak mau terapi medis dan di saat sudah ingin, ternyata sudah telat sekali," ungkap Nova.

Berangkat dari pengalaman itu, Nova pun langsung bergegas mencari pengobatan saat mengetahui nodul di payudaranya adalah kanker.

"Saya sempat denial [menolak]. Pengalaman mama sangat pahit sekali dan itu belum bisa saya terima, terus kenapa saya? Sampai di akhir 2015 saya mastektomi," tutur Nova

Nova menjalani mastektomi atau pengangkatan payudara sebagai salah satu tindakan penyembuhan kanker. Dia juga menjalani kemoterapi sebanyak enam kali hingga 2016 dan mengonsumsi obat-obatan.

Namun, pengobatan yang dijalaninya belum berbuah hasil. Pada 2017, kanker bermetastasis atau menyebar ke kelenjar getah bening. Nova kembali melakukan operasi pengangkatan kanker kelenjar getah bening di bagian ketiaknya.

"Ini adalah titik balik saya. Saya sudah dua tahun jadi survivor. Saya berpikir ini sudah waktunya saya belajar dan bangkit," ucap Nova.

Pada situasi ini, Nova mulai gencar mencari tahu mengenai kondisi kanker yang dialaminya. Pada saat itu, dia mengetahui kanker payudara yang dialaminya adalah tipe triple positif atau luminal B yakni terdapat reseptor pada hormon estrogen, progesteron, dan HER 2.

Selain luminal B, terdapat tiga jenis kanker payudara lainnya yakni luminal A, HER 2, dan triple negatif. Setiap tipe ini memiliki pengobatan yang berbeda-beda.

Nova pun kembali menjalani kemoterapi untuk kedua kalinya pada 2017. Sejak saat itu, Nova mengonsumsi obat Tamofen yang direncanakan untuk 10 tahun. Namun, baru berjalan beberapa tahun, kanker yang dialaminya kembali menyebar. Kali ini, ke tulang belakang.

"Ini adalah yang paling saya takutkan. Saya paling takut jika metastasis ke tulang dan otak," ungkap Nova.

Namun, Nova tak putus asa. Dia tetap menjalani pengobatan dengan metode radiasi. Setelah itu, dokter juga meresepkan obat-obatan. Pengobatan juga sempat terhenti karena pandemi.

"Karena pandemi, jadi enggak bisa ke mana-mana," ujar Nova.

Saat pembatasan dilonggarkan, Nova kembali bergegas ke rumah sakit untuk melanjutkan pengobatannya. Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dia kembali menjalani kemoterapi untuk ketiga kalinya.

Kemoterapi kali ini terasa berbeda karena dilakukan di masa pandemi Covid-19. Dari delapan kali jadwal kemoterapi, Nova sudah menjalani sebanyak empat kali.

Nova mengaku akan terus menjalani pengobatan agar bisa sembuh dari kanker.

"Terpuruk pasti, tapi setelah itu kita belajar, cari tahu kondisi, dan perjuangkan. Saya percaya apapun itu perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil," kata Nova.

Nova tetap optimistis bisa melawan kanker yang dialaminya.

(ptj/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK