Studi: Asupan Tinggi Fruktosa Ganggu Fungsi Sistem Imun

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/03/2021 07:39 WIB
Studi menemukan, asupan tinggi fruktosa mengganggu sistem imun. Fruktosa merupakan gula atau pemanis alami yang terdapat dalam buah, madu, dan sayur tertentu. Ilustrasi. Studi menemukan, asupan tinggi fruktosa mengganggu sistem imun. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti menemukan hubungan antara fruktosa atau pemanis alami dengan sistem kekebalan tubuh. Studi terbaru menemukan, konsumsi makanan tinggi fruktosa dapat mengganggu sistem imun.

Fruktosa sendiri merupakan gula atau pemanis alami yang terdapat dalam buah-buahan, madu, dan sayuran tertentu.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini meneliti bagaimana sel manusia dan tikus merespons paparan fruktosa. Para peneliti menemukan bahwa asupan fruktosa yang tinggi dapat mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh.


Para peneliti menemukan bahwa fruktosa menyebabkan sistem kekebalan jadi meradang. Proses ini, pada gilirannya, menghasilkan lebih banyak molekul reaktif, yang berhubungan dengan peradangan.

"Fruktosa memprogram ulang jalur metabolisme seluler untuk mendukung glutaminolisis dan metabolisme oksidatif, yang diperlukan untuk mendukung peningkatan produksi sitokin penyebab peradangan," tulis para peneliti.

Jenis peradangan ini dapat merusak sel dan jaringan tubuh, membuat organ dan sistem tubuh tidak berfungsi dengan baik, hingga pada akhirnya menimbulkan penyakit.

"Studi kami memberikan fakta yang menarik untuk memahami mengapa beberapa jenis diet dapat menyebabkan kesehatan yang buruk," ujar penulis studi Emma Vincent dari Bristol Medical School, mengutip Medical News Today.

Pada dasarnya, fruktosa dapat berkontribusi terhadap pola diet sehat. Pasalnya, buah dan sayuran biasanya mengandung lebih sedikit gula daripada makanan olahan yang dimaniskan dengan gula.

Namun, di sisi lain, penggunaan sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) semakin meningkat belakangan. Banyak makanan olahan yang dilengkapi dengan HFCS. Pemanis ini terbuat dari fruktosa yang ada pada tepung jagung.

Para ilmuwan mulai mempertanyakan keamanan mengonsumsi HFCS. Sejumlah penelitian juga secara konsisten mencari hubungan antara konsumsi HFCS dalam jumlah besar dengan berbagai kondisi seperti obesitas, diabetes, dan penyakit hati.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK