Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Setelah Sembuh dari Covid-19

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 17:05 WIB
Kondisi long-Covid mengancam para penyintas infeksi virus corona. Penyintas disarankan untuk melakukan sejumlah pemeriksaan meski telah dinyatakan sembuh. Ilustrasi. Penyintas Covid-19 disarankan untuk melakukan pemeriksaan meski telah dinyatakan sembuh. (iStockphoto/oonal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, sebagian penyintas masih merasakan gejala yang berkepanjangan. Oleh karena itu, penyintas Covid-19 disarankan melakukan sejumlah pemeriksaan dan perawatan pasca-sembuh dari Covid-19.

Pemeriksaan pasca-sembuh dari Covid-19 ini juga penting bagi penyintas yang mengalami long Covid atau gejala yang berkepanjangan berbulan-bulan setelah dinyatakan negatif dari Covid-19. Gejala long Covid meliputi kelelahan, sesak napas, nyeri dada, hingga pusing.

Dokter spesialis jantung Vito A Damay menjelaskan, pemeriksaan lanjutan setelah sembuh dari Covid-19 yang diperlukan akan tergantung pada kondisi dan gejala yang masih dirasakan pasien.


"Sangat bergantung pada keluhan dan kondisi pasien. Evaluasi setelah sembuh berguna untuk evaluasi pengobatan juga," kata Vito kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).

Berikut sejumlah pemeriksaan dan perawatan yang dapat dilakukan pasca sembuh dari Covid-19.

1. CT scan paru

Covid-19 menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. Setelah sembuh dari infeksi virus corona, paru-paru dapat menjadi organ yang paling terdampak.

Vito menyarankan agar penyintas melakukan CT scan paru-paru untuk melihat kondisi organ secara menyeluruh, terutama jika penyintas mengalami kesulitan bernapas seperti sesak napas.

Konsultasikan dengan dokter mengenai hasil CT scan paru untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat.

2. USG jantung

Echocardiography atau USG jantung juga dapat dilakukan untuk melihat fungsi jantung. Menurut Vito, pemeriksaan ini perlu dilakukan pada pasien yang sebelumnya mengalami miokarditis atau peradangan otot jantung.

"Contoh kasus ternyata setelah sembuh dari Covid-19 masih cepat lelah disebabkan karena fungsi jantungnya memang sedikit terganggu," kata Vito.

Periksakan kondisi ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang sesuai dengan diagnosis.

3. Pemeriksaan D-dimer

Pemeriksaan D-dimer juga perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kekentalan darah. Pemeriksaan D-dimer penting pada pasien yang sebelumnya mengalami kondisi kritis atau koagulopati atau gangguan pembekuan darah.

Dokter akan memberikan sejumlah obat untuk memastikan kondisi darah dapat kembali normal.

4. Pemeriksaan pada organ lain

Manifestasi atau komplikasi Covid-19 sangat beragam pada sejumlah pasien. Oleh karena itu, pemeriksaan ulang bisa disesuaikan dengan gejala yang muncul misalnya pada saluran pencernaan atau pada kulit.

"Ada manifestasi Covid berupa diare, walaupun tidak banyak atau pada kulit, misalnya tergantung dari organ mana yang terlibat, tentu baik bila evaluasi ulang," ucap Vito.

Pemeriksaan dan perawatan pasca-sembuh dari Covid-19 untuk kondisi yang tidak parah juga dapat dilakukan melalui telemedicine.

"Apabila merasa sembuh pulih sempurna maka tidak apa-apa kontrol secara virtual. Namun, ada baiknya kontrol secara fisik karena mungkin pasien tidak sadar keluhannya, tapi ternyata adalah gejala sisa dari Covid," tutur Vito.

(ptj/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK