7 Makanan Tinggi Protein untuk Diet Turunkan Berat Badan

CNN Indonesia
Jumat, 26 Mar 2021 09:20 WIB
Berikut makanan tinggi protein untuk diet yang bisa jadi pilihan menu diet Anda setiap hari. Berikut makanan tinggi protein untuk diet yang bisa jadi pilihan menu diet Anda setiap hari. (Foto: Istockphoto/vkuslandia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Protein menjadi kunci penting dalam program penurunan berat badan dan membentuk otot tubuh. Terdapat sejumlah makanan tinggi protein untuk diet menurunkan berat badan yang bisa dikonsumsi.

Diet tinggi protein membantu tubuh kenyang lebih lama sehingga mencegah makan berlebihan. Makanan tinggi protein juga memiliki dapat membantu membangun jaringan tubuh.

Berikut 7 makanan tinggi protein yang bisa dimasukkan dalam daftar menu diet Anda.


1. Telur

Ilustrasi Teknik Memecahkan TelurTelur adalah makanan tinggi protein untuk diet. (Foto: Jakub Kapusnak/FoodiesFeed)

Telur merupakan salah satu makanan paling sehat dan bergizi yang mudah ditemukan dengan harga terjangkau. Telur kaya akan protein, vitamin, mineral, lemak sehat, dan antioksidan. Kandungan ini juga baik untuk menutrisi otak dan melindungi mata.

Telur merupakan makanan tinggi protein rendah kalori. Sebutir telur mengandung 6 gram protein dan 78 kalori. Kandungan protein paling tinggi ada pada bagian putih telur.

Cara paling baik menikmati protein telur adalah dengan merebusnya. Sesuaikan tingkat kematangan telur dengan selera.

Menggoreng telur tidak direkomendasikan karena dapat minyak untuk menggoreng mengandung lemak jenuh sehingga dapat menghambat diet.

2. Dada Ayam

Fried chicken breasts on vegetable oil, iron cast panBagian dada ayam merupakan makanan tinggi protein untuk diet menurunkan berat badan. (Foto: Istockphoto/Getty Images/Bartosz Luczak)

Dada ayam adalah salah satu makanan tinggi protein paling digemari sebagai menu diet dan pembentukan otot tubuh. Dikutip dari Health Line, dada ayam memiliki kandungan protein sebesar 53 gram dan hanya terdiri dari 284 kalori.

Selain protein, dada ayam juga mengandung vitamin B6 dan mineral yang baik bagi kesehatan tubuh.

Konsumsi dada ayam dengan membuang bagian kulitnya karena mengandung lemak. Dada ayam mudah dimasak dan disajikan dengan berbagai cara, salah satunya direbus atau dipanggang kecokelatan.

3. Susu

Ilustrasi SusuSusu adalah minuman tinggi protein untuk diet. (Foto: Daria-Yakovleva/Pixabay)

Susu merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan kaya akan kalsium, fosfor, dan vitamin. Selain itu susu juga kaya akan omega-3 yang baik untuk menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung serta meningkatkan kesehatan tulang.

Kandungan protein dalam secangkir susu sapi berkisar 8 gram, sementara kandungan protein dalam susu kedelai mencapai 6,3 gram.

Pilihlah susu rendah lemak untuk membantu menurunkan berat badan. Susu bisa dinikmati secara langsung atau menjadi campuran untuk smoothies, oatmeal, sup, yogurt, dan kopi.

4. Brokoli

Ilustrasi Masakan Tumis Brokoli dan dada ayamBrokoli bisa menjadi salah satu pilihan menu makanan tinggi protein untuk diet. (Foto: Jakub Kapusnak/FoodiesFeed)


Makanan tinggi protein untuk diet berikutnya adalah brokoli. Brokoli termasuk dalam genus Brassica oleracea, yang masih satu keluarga dengan kubis, kangkung, dan kembang kol.

Kandungan protein pada satu cangkir brokoli mencapai 96 gram protein dan 31 kalori. Brokoli juga mengandung vitamin dan mineral yang dapat melindungi tubuh dari kanker.

Brokoli dapat dinikmati dengan banyak cara mulai dari direbus, dikukus, hingga ditumis. Usahakan tidak terlalu lama saat memasak brokoli agar kandungan vitamin dan mineral di dalamnya tidak hilang.

5. Ikan

ilustrasi sambal ikan bakarIkan termasuk dalam makanan tinggi protein untuk diet turunkan berat badan. (Foto: iStockphoto/Reezky Pradata)

Ikan merupakan makanan laut tinggi protein. Kandungan protein pada ikan bervariasi tergantung jenis ikan. Ikan tuna misalnya memiliki kandungan protein sebanyak 27 gram.

Ikan juga kaya akan nutrisi seperti protein dan vitamin D. Selain itu, ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang penting bagi tubuh dan otak serta mencegah serangan jantung dan stroke.

6. Olahan Kedelai

Ilustrasi TempeOlahan kedelai seperti tempe merupakan makanan tinggi protein untuk diet. (Foto: FotoosVanRobin/Wikipedia)

Olahan kedelai yang paling murah dan mudah didapatkan adalah tahu atau tempe. Kedua bahan ini mengandung protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Asam amino merupakan senyawa penting pembentukan protein dalam tubuh.

Mengonsumsi olahan kedelai ini baik untuk kesehatan terutama membantu mencegah serangan jantung, kanker, dan diabetes.

Olahan kedelai ini baik dikonsumsi dengan cara dikukus atau direbus. Hindari mengonsumsi dengan cara digoreng untuk mengurangi efek lemak jenuh.

7. Selai kacang

Ilustrasi Selai KacangSelai kacang merupakan makanan tinggi protein untuk diet. (Foto: stevepb/Pixabay)


Selai kacang adalah salah satu menu camilan yang populer untuk diet di seluruh dunia. Pilihlah selai kacang alami atau yang dibuat sendiri untuk mencegah bahan-bahan lain yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Membuat selai kacang sendiri bisa dilakukan dengan dengan menggiling kacang tanah yang sudah disangrai lalu menambahkan sedikit garam. Selai kacang ini kaya akan protein, serat, dan magnesium. Satu sendok selai kacang mengandung 7 gram protein dan 161 kalori.

Makanan tinggi protein untuk diet menurunkan berat badan ini bisa dikonsumsi setiap hari di rumah. Masukkan makanan tinggi protein dalam menu harian. Kombinasikan dengan nutrisi penting lainnya serta olahraga yang teratur agar berat badan turun dengan optimal.

(imb/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER