Selandia Baru Beri Cuti Berbayar untuk Ibu yang Keguguran

tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/03/2021 17:03 WIB
Parlemen Selandia Baru mengesahkan undang-undang yang memberikan hak cuti pada ibu bekerja dan pasangannya setelah mengalami keguguran atau lahir mati. Ilustrasi. Parlemen Selandia Baru mengesahkan undang-undang yang memberikan hak cuti pada ibu bekerja dan pasangannya setelah mengalami keguguran atau lahir mati. (iStockphoto/freemixer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Parlemen Selandia Baru mengesahkan undang-undang pada Rabu (24/3) kemarin, yang memberikan hak cuti pada ibu bekerja dan pasangannya setelah mengalami keguguran atau lahir mati.

Karyawan akan diberikan cuti selama tiga hari ketika kehamilan berakhir dengan keguguran atau kelahiran mati. Keputusan ini diambil daripada memaksa pasangan suami-istri mengambil cuti sakit.

Salah satu anggota parlemen, Ginny Andersen, menuturkan bahwa keguguran dan kelahiran mati harus masuk ke dalam cuti berduka. Namun, stigma terkait keguguran membuat banyak orang enggan membahasnya.


"Duka yang datang dengan keguguran bukanlah penyakit: itu adalah kerugian, dan kehilangan itu membutuhkan waktu, waktu untuk pulih secara fisik dan waktu untuk pulih secara mental," kata Andersen, seperti dikutip AFP.

Tidak hanya buat ibu bekerja dan pasangannya, aturan ini pun berlaku buat orang-orang yang berusaha memiliki anak lewat ibu pengganti.

Pengesahan undang-undang ini, lanjutnya, jadi bentuk peran parlemen Selandia Baru dalam merintis hak-hak perempuan terutama terkait hak suara, upah yang setara, dan dekriminalisasi aborsi. Dia berharap negara-negara lain pun mengikuti langkah Selandia Baru.

"Saya hanya bisa berharap bahwa meskipun kami mungkin menjadi salah satu yang pertama, kami tidak akan menjadi yang terakhir, dan bahwa negara lain juga akan mulai membuat undang-undang untuk sistem cuti yang penuh kasih dan adil yang mengakui rasa sakit dan kesedihan yang datang dari keguguran dan lahir mati," tambahnya.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK