Studi: Polusi Udara Picu Risiko Keguguran pada Ibu Hamil

CNN Indonesia | Minggu, 20/10/2019 05:25 WIB
Studi: Polusi Udara Picu Risiko Keguguran pada Ibu Hamil Ilustrasi. Polusi udara ditemukan dapat menimbulkan risiko keguguran pada ibu hamil. (Istockphoto/Sasiistock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tingginya konsentrasi partikel udara kotor membawa banyak dampak buruk bagi kesehatan. Tak hanya memengaruhi paru-paru, polusi udara juga ditemukan berdampak buruk pada ibu hamil.

Studi terbaru menemukan, paparan udara kotor dalam tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko 'silent miscarriage'. Nama terakhir merupakan keguguran yang terjadi saat janin tidak terbentuk. Keguguran jenis ini umumnya terjadi pada trimester pertama kehamilan.

Temuan ini didapat dari analisis yang dilakukan terhadap data 250 ribu ibu hamil di Beijing, China, sepanjang 2009 hingga 2017. Ditemukan bahwa ibu hamil yang tinggal di lingkungan dengan konsentrasi udara kotor yang tinggi berisiko mengalami keguguran.


Melansir CNN, partikel-partikel udara kotor tersebut masuk ke aliran darah ibu hamil dan janin. Hal ini menyebabkan kerusakan permanen pada sel dan jaringan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Sustainability ini juga menemukan, paparan udara kotor dapat merusak plasenta dan mengganggu perkembangan janin.

Penelitian tersebut diperkuat oleh studi sebelumnya yang menemukan bahwa partikel polusi udara mampu menembus plasenta ibu hamil dan memengaruhi janin di dalam rahim.

Selain meningkatkan risiko keguguran, paparan partikel udara kotor juga berdampak pada kesehatan anak di masa depan.

Sebelumnya, sejumlah penelitian telah mengaitkan polusi udara dengan kehamilan. Studi pada tahun 2017 menemukan, ibu hamil yang terpapar polusi udara lalu lintas berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

[Gambas:Video CNN] (aul/asr)