5 Nutrisi Penting Selama Puasa di Tengah Pandemi

tim, CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 09:15 WIB
Tahun ini, umat Islam kembali menjalani puasa Ramadan saat pandemi. Selain menjalankan protkes, ada lima nutrisi yang penting dipenuhi untuk melawan virus. Protein merupakan salah satu nutrisi yang penting dipenuhi selama puasa Ramadan di tengah pandemi. (iStockphoto/Santje09)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tahun ini, umat Islam kembali menjalani puasa Ramadan di tengah situasi pandemi. Kasus Covid-19 belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Namun vaksinasi sudah berjalan untuk kelompok prioritas. Meski demikian, semua tetap diharapkan menjalankan protokol kesehatan ketat.

Di samping itu, menjaga diri dari serangan virus bisa didukung dengan sistem imun atau kekebalan tubuh yang baik. Guru Besar Pangan dan Gizi IPB, Ali Khomsan mengatakan kekebalan tubuh dibangun suatu sistem di mana asupan pangan jadi pendukung utamanya.

"Peningkatan imun ditentukan oleh makanan atau gizi yang dikonsumsi," kata Ali beberapa waktu lalu.


Dia pun menyarankan terdapat lima nutrisi penting yang musti dipenuhi saat puasa di tengah pandemi yakni sebagai berikut.

1. Protein

Protein merupakan satu dari kelompok makronutrien selain karbohidrat dan lemak. Protein berperan penting dalam pembentukan kekebalan tubuh. Kekurangan protein akan mengakibatkan tubuh lemah, lelah, apatis, dan daya tahan tubuh buruk.

Oleh karenanya, penting untuk menyisipkan protein dalam menu sahur dan berbuka puasa. Anda bisa memperoleh asupan protein dari daging ayam, daging sapi, ikan kembung, daging kambing, udang, ikan mas, kerang-kerangan, susu full cream, dan telur.

2. Vitamin A

Selain untuk kesehatan mata, vitamin A juga berperan untuk daya tahan tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Clinical Medicine menyebut vitamin A dikenal memiliki sifat antiinflamasi sehingga penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Penuhi kebutuhan vitamin A Anda dengan mengonsumsi minyak ikan, hati sapi, hati ayam, wortel, kuning telur, mentega, bayam, labu kuning, kangkung, dan ubi jalar.

3. Vitamin C

Bicara soal daya tahan tubuh, Anda tidak akan melewatkan vitamin C. Tidak hanya saat pandemi, vitamin C kerap disarankan saat orang sedang dalam masa pemulihan pascasakit.

Ini tidak salah sebab mengutip dari jurnal Nutrient, vitamin C mendukung fungsi epitel terhadap patogen dan meningkatkan aktivitas oksidan kulit sehingga berpotensi melindungi sel terhadap stres oksidatif.

Apa sumber vitamin C terbaik? Jambu biji. Kandungan vitamin C jambu biji lebih tinggi daripada jeruk. Dalam 100 gram jambu biji mengandung 184 miligram vitamin C, sedangkan pada jeruk 'hanya' 61,5 miligram.

4. Vitamin E

Setelah memenuhi asupan vitamin A dan C, jangan lupa menambahkan vitamin E. Vitamin ini merupakan antioksidan yang potensial. Vitamin E berfungsi melawan infeksi dengan memperlebar pembuluh darah sehingga mencegah pembekuan darah akibat infeksi.

Seperti dilansir Alodokter, Anda bisa memperoleh asupan vitamin E dari brokoli, bayam, kacang almond, kedelai, biji bunga matahari, mangga, kiwi, alpukat dan makanan laut termasuk kerang, udang, dan salmon.

5. Seng

Zinc atau seng jadi jenis mineral yang turut berperan dalam daya tahan tubuh sehingga perlu Anda masukkan dalam nutrisi penting selama puasa tahun ini.

Menurut WebMD, seng diperlukan untuk fungsi kekebalan, penyembuhan luka, pembekuan darah, fungsi tiroid juga fungsi lain tubuh. Kadar seng tinggi ditemukan dalam jenis pangan seperti, daging, boga bahari, produk susu, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian.

(els/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK