Manfaat Bawang Bombay dan Risiko Jika Dikonsumsi Berlebih

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 06:05 WIB
Bawang bombay perlu dikonsumsi dalam porsi yang pas. Konsumsi bawang bombay berlebih bisa memicu masalah kesehatan tertentu. Ilustrasi. Konsumsi bawang bombay berlebih bisa memicu masalah kesehatan tertentu. (Pixabay/avantrend)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bawang bombay perlu dikonsumsi dalam porsi yang pas. Konsumsi bawang bombay berlebih bisa memicu masalah kesehatan tertentu.

Rasanya tak lengkap jika masak tanpa bawang bombay. Selain memberikan cita rasa gurih pada masakan, bawang juga membuat aroma masakan Anda lebih sedap dan menggiurkan.

Selain sebagai penyedap rasa, bawang mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Dikutip dari Healthline, bawang bombay memiliki kalori yang rendah namun tinggi vitamin dan mineral.


Satu bawang bombay ukuran sedang hanya memiliki sekitar 44 kalori, tapi kaya vitamin, mineral, dan serat. Bawang bombay juga ternyata mengandung vitamin C dan membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Selain itu, tanaman satu ini mengandung antioksidan tinggi yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung, serta bersifat anti-inflamasi yang mampu mengurangi tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko pembekuan darah.

Bawang juga memiliki sifat antibakteri yang dapat memerangi bakteri E.coli, S.aureus, dan Bacillus cereus yang menyebabkan muntah dan diare. Karena kandungan seratnya tinggi, bawang juga baik untuk saluran pencernaan.

Namun, meski memiliki segudang manfaat, konsumsi bawang bombay berlebihan bisa berdampak buruk bagi tubuh. Menurut Live Science, mengonsumsi terlalu banyak bawang bombay dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Karbohidrat dalam bawang dapat menumpukkan gas dalam perut dan menyebabkan kembung. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Gastroenterology menemukan, konsumsi bawang bombay mentah sebaiknya dihindari bagi Anda yang menderita maag kronis atau penyakit refluks asam lambung, karena dapat membuat perut mulas dan menyebabkan kambuh.

Selain bawang bombay, konsumsi daun bawang dalam jumlah besar sekali waktu dapat mengganggu kerja obat pengencer darah. Menurut para peneliti di University of Georgia, daun bawang mengandung banyak vitamin K yang menurunkan fungsi obat pengencer darah.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, bawang juga mengakibatkan reaksi alergi jika dikonsumsi dengan makanan tertentu. Orang dengan alergi bawang mungkin mengalami mata merah, gatal, dan ruam, bahkan hanya dengan menyentuh bawang.

(mel/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK