Kapal Pesiar Raksasa bak Kota Terapung Kembali Berlayar

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 14:50 WIB
Kapal pesiar Costa Smeralda bak kota terapung. Luasnya sekitar tiga kali lapangan sepakbola. Kapal pesiar Costa Smeralda kembali berlayar pada Sabtu (1/5). (AFP/MARCO BERTORELLO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Operator kapal pesiar di Italia, Costa Cruises, berlayar lagi pada hari Sabtu (1/5) untuk pertama kalinya setelah bersandar lebih dari empat bulan, memulai kembali aktivitas dari industri kapal pesiar yang "ditenggelamkan" oleh pandemi Covid-19.

Kapal pesiar Costa Smeralda meninggalkan pelabuhan barat laut Savona pada pukul 18.15 setelah berhenti beroperasi sejak 20 Desember 2020, ketika pemerintah Italia melarang kapal pesiar selama musim liburan akibat krisis virus Corona.

Roberta Cappelletti yang antusias, penyanyi berusia 60 tahun, datang jauh-jauh dari Predappio untuk naik kapal pesiar.


"Ini adalah emosi yang luar biasa, saya meneteskan air mata karena dapat berlayar lagi - ini seperti kebangkitan kembali bagi saya," katanya sebelum menjalani tes virus Corona sehingga dia bisa naik ke kapal.

Enrico Bergamini, pegawai bank berusia 35 tahun dari Genoa, juga bersemangat.

"Pelayaran ini memiliki nilai simbolis bagi pemulihan sektor pariwisata Italia, saya mutlak harus berada di sini," ucapnya sambil tersenyum.

Kapal meninggalkan pelabuhan dengan sekitar 1.500 penumpang - seperempat dari kapasitas penuhnya.

Semua penumpang dan kru menjalani tes virus Corona dan wajib mengenakan masker sepanjang perjalanan.

1.300 awak pertama kali dikarantina selama 14 hari sebelum bertugas.

Pelayaran di Mediterania ini akan berlangsung dari tiga hingga tujuh hari, tergantung di mana ia berhenti di pantai-pantai Italia - La Spezia, Civitavecchia, Napoli, Messina atau Cagliari.

Raffaele d'Ambrosio, kepala divisi Costa Cruises Prancis, mengatakan "keinginan untuk berangkat kembali sangat kuat di antara pelanggan kami".

"Kami menerima beberapa ratus pemesanan setiap hari yang mencakup setiap bulan hingga akhir 2022," katanya kepada AFP.

"Pelayaran, seperti pariwisata pada umumnya, adalah salah satu sektor yang paling terkena dampak krisis: 2021 akan menjadi tahun pemulihan dan pada awal 2022 kami akan menunggu kembali ke keadaan normal."

Industri pelayaran telah dihancurkan oleh pandemi, menderita kekurangan US$77 miliar dan kehilangan 518 ribu pekerjaan antara pertengahan Maret dan September tahun lalu, menurut Cruise Lines International Association (CLIA).

Kota terapung

Costa Smeralda - sepanjang tiga lapangan sepak bola - adalah miniatur kota terapung dengan 11 restoran, 19 bar, spa, teater, dan beberapa kolam renang.

Kapal juga memiliki tangga besar yang mencakup tiga dek di atasnya yang merupakan teras pandang berlantai kaca yang menawarkan pemandangan kapal dan laut di bawahnya.

"Satu setengah tahun tanpa pergi kemana-mana adalah waktu yang lama. Sudah waktunya kami wisata lagi ke laut. Kami telah melewatkan semua itu," kata Jean-Pierre Faux, pensiunan berusia 74 tahun dari Belgia yang berlibur bersama istrinya Martine.

"Awak kapal sangat menantikan momen ini. Semua orang sangat antusias untuk berlayar. Kapal itu seperti keluarga bagi kami," kata nakhoda Pietro Sinisi dari posisinya di anjungan.

"Saya kehilangan penumpang. Sebuah kapal tanpa mereka agak menyedihkan," katanya saat memulai pelayaran pertamanya sejak Maret tahun lalu.

"Kapal pesiar menikmati pertumbuhan besar sebelum pandemi Covid-19 dan saya yakin mereka akan berkembang lagi setelah masa istirahat yang panjang dan menyedihkan ini," ujar presiden Costa Croisieres Mario Zanetti.

Perusahaannya, bagian dari grup Carnival asal Amerika Serikat, kembali ke laut lagi September lalu, membatasi rute ke pelabuhan Italia, dan berhenti operasi lagi pada bulan Desember.

Operator kapal pesiar lain, MSC, telah mengangkut sekitar 60 ribu penumpang sejak melanjutkan beberapa rute pelayaran pada Agustus lalu, namun berhenti selama periode Natal karena aturan pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh Italia.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK