TAJIL

Perbedaan Jihad pada Masa Rasulullah SAW dan Masa Sekarang

tim, CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 04:30 WIB
Jihad hakikatnya adalah upaya yang bersungguh-sungguh di jalan Allah SWT dalam menjalankan ragam kebajikan dalam rangka mewujudkan kemaslahatan bersama. Jihad hakikatnya adalah upaya yang bersungguh-sungguh di jalan Allah SWT dalam menjalankan ragam kebajikan dalam rangka mewujudkan kemaslahatan bersama. (iStockphoto/ilkercelik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang perbedaan jihad pada masa Rasulullah dan masa kini.

Tanya

Apa perbedaan jihad pada masa Rasulullah SAW dan masa sekarang?


Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Apa perbedaan jihad pada masa Rasulullah SAW dan di masa kini? Tentu ada perbedaan mendasar, tapi sebelum lebih lanjut, kita ketahui dulu makna jihad.

Jihad hakikatnya adalah upaya yang bersungguh-sungguh di jalan Allah SWT dalam menjalankan berbagai ragam kebajikan dalam rangka mewujudkan kemaslahatan bersama.

Namun, pengertian ini berkembang dalam makna yang beragam. Jihad tidak hanya identik dengan perang. Orang yang sedang menuntut ilmu, dia juga sedang berjihad. Orang yang bekerja, mengupayakan nafkah untuk keluarga, dia sedang berjihad.

Orang yang melawan hawa nafsu dirinya sendiri, itu juga sedang berjihad.

Di masa Rasul, jihad itu adalah upaya bersungguh-sungguh mempertahankan diri dari serangan musuh.

Kita tahu pada masa Rasul banyak kelompok, komunitas, suku dsb yang tidak senang dengan kehadiran Rasul, dengan ajaran yang beliau sebarkan, sehingga Rasul hidup dalam keadaan tertekan bahkan diperangi, dipersulit dalam banyak hal sisi kehidupannya

Maka dalam rangka upaya menjaga mempertahankan diri, kemudian banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang memperbolehkan kita untuk melawan musuh-musuh kita.

Namun, itu sama sekali berbeda dengan kehidupan masa kini. Kita hidup di tengah kedamaian, maka tidak bisa dibenarkan ketika menggunakan cara-cara kekerasan dalam menghadapi musuh kita.

Kita tidak dalam keadaan perang, tapi musuh yang kita maknai dalam konteks kekinian adalah musuh yang selama ini ada di sekitar, yang memasung kita untuk bisa berkembang, yang bisa menebarkan kemaslahatan, manfaat bagi sesamanya.

Itulah musuh-musuh kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan dan hal-hala lain yang menyulitkan upaya peningkatan kualitas peradaban.

Oleh karenanya, jihad di masa sekarang adalah upaya bersungguh-sungguh di jalan Allah agar hal-hal yang merendahkan harkat, derajat dan martabat kemanusiaan bisa kita hilangkan, sehingga kualitas kehidupan peradaban terus meningkat dan membaik.

Demikian. Wassalamualaikum. Wr. Wb.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK