TAJIL

Hukum Utang Piutang dalam Islam

tim, CNN Indonesia | Rabu, 28/04/2021 04:30 WIB
Ada hal-hal yang menjadi syarat bagi seseorang yang terpaksa harus berutang kepada pihak lain. Berikut hukum utang piutang dalam Islam. Ilustrasi. Ada hal-hal yang menjadi syarat bagi seseorang yang terpaksa harus berutang kepada pihak lain. Berikut hukum utang piutang dalam Islam. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang hukum utang piutang.

Tanya

Bagaimana pandangan Islam tentang utang?


Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bagaimana pandangan Islam tentang utang? Apakah kita dibolehkan berutang kepada orang lain dalam ajaran Islam?

Utang adalah uang yang dipinjam dari orang lain, sementara piutang adalah uang yang kita pinjamkan kepada orang lain. Dalam Islam, utang piutang hukum dasarnya adalah mubah, sesuatu yang dibolehkan selama transaksi itu untuk kebaikan.

Ada hal-hal yang menjadi syarat bagi seseorang yang terpaksa harus berutang kepada pihak lain. Pertama, uang yang dipinjam harus digunakan untuk tujuan yang halal. Tidak boleh berutang untuk hal-hal kemaksiatan.

Kedua, kalau berutang harus memiliki kesadaran untuk mengembalikan sesuai dengan kesepakatan yang kita bangun dengan pihak yang memberi utang. Ketiga, sebaiknya utang dicatat dan ada saksinya agar tidak menimbulkan fitnah dan harus segera dilunasi.

Dengan syarat-syarat ini, dimungkinkan bagi kita untuk berutang sejauh syarat-syarat itu dipenuhi.

Lalu, pertanyaan lainnya, bagaimana bila kita tidak mampu memenuhi kesepakatan yang kita buat terkait pelunasan atau hal lain?

Maka ini harus dimusyawarahkan dengan yang memberi utang uang tadi. Segala sesuatunya harus dimusyawarahkan, tidak boleh diputuskan secara sepihak, apalagi ada kesengajaan untuk tidak membayar uang yang kita pinjam.

Dalam Islam, hal seperti itu merupakan dosa besar. Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa dosa orang-orang yang mati syahid diampuni kecuali dosa utang yang tidak dibayar karena faktor kesengajaan. Oleh karenanya, mari kita betul-betul menyepakati kesepakatan khususnya terkait utang.

(agn/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK