Mengenal Hubungan Poliamori seperti yang Dianut Willow Smith

tim, CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 20:55 WIB
Anak pasangan Will Smith dan Jada Pinkett, Willow Smith mengaku menganut hubungan poliamori. Apa itu hubungan poliamori? Anak pasangan Will Smith dan Jada Pinkett, Willow Smith mengaku menganut hubungan poliamori. Apa itu hubungan poliamori? (AFP/Rich Fury)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anak pasangan Will Smith dan Jada Pinkett, Willow Smith mengaku menganut hubungan poliamori. Musisi berusia 20 tahun ini meyakini bisa lebih bebas dalam berekspresi dengan menganut hubungan poliamori.

Menurutnya, poliamori bisa menciptakan kebebasan dalam berhubungan, yang tidak didapat ketika menganut hubungan monogami. Di samping itu, dia juga menganggap perceraian biasanya terjadi karena perselingkuhan, itu sebabnya poliamori dianggap bisa menghindari masalah ini.

Namun sebenarnya apa itu poliamori?


Sebagaimana dilansir Psychology Today, poliamori adalah non monogami yang disetujui. Artinya, dalam sebuah hubungan, ada banyak hubungan intim dengan orang lain, baik secara seksual atau hanya secara romantis.

Hubungan dengan banyak orang ini pun biasanya sudah disetujui oleh pasangan lainnya, dan diketahui oleh setiap sirkel pasangan itu. Jika tidak, maka hubungan ini menjadi perselingkuhan.

Beberapa orang yang menganut poliamori biasanya memiliki hubungan utama dan terlibat dalam hubungan kasual yang biasa dengan yang lain.

Kebanyakan dari mereka akan memulai hubungan 'sekunder' dengan persetujuan pasangan utama mereka dan melewati banyak ketentuan bersama agar tak ada pihak yang dikecewakan.

Poliamori umumnya tidak spesifik merujuk pada gender tertentu. Seseorang yang menganut ini bisa saja biseksual, gay, atau lesbian. Hubungan ini juga didasari rasa suka sama suka.

Satu hal yang pasti, hubungan poliamori berbeda dengan jalinan asmara pada umumnya, begitu juga dengan poligami atau poliandri. Sebab, poliamori tidak mensyaratkan pernikahan sebagai ikatan dan ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan.

Poliamori mengedepankan keterbukaan, persetujuan, kepercayaan, keterampilan, komunikasi, batasan yang jelas, dan saling menghormati sesama pasangan.

Mungkin akan muncul perasaan cemburu, terutama pasangan yang baru bergabung dalam hubungan, tapi cekcok ini wajar dalam hubungan awal poliamori dan akan reda seiring berjalannya waktu.

Karena banyak stigma negatif pada hubungan jenis ini, orang yang menganut poliamori seringkali merahasiakannya dari lingkungan sekitar.

Willow menyatakan bahwa dia menjadi satu-satunya yang menganut poliamori di lingkungan pergaulannya. Ia juga menjadi yang paling sedikit melakukan hubungan badan dibandingkan temannya.

"Semua soal kebebasan. Dalam kelompok, saya memiliki hubungan seks paling sedikit," ucapnya, seperti dikutip CNN.

(mel/agn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK