Kisah di Balik Situs Kota Bawah Tanah Turki

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 10:34 WIB
Situs kota bawah tanah yang ditemukan di Cappadocia, Turki terkenal hingga seluruh dunia. Situs kota bawah tanah ini memiliki cerita di balik kemegahannya. Ilustrasi Cappadocia. (Dok. Wikimedia/Benh (CC BY-SA 3.0))
Jakarta, CNN Indonesia --

Situs kota bawah tanah yang ditemukan di Cappadocia, Turki terkenal hingga seluruh dunia. Situs kota bawah tanah ini memungkinkan untuk menjadi tempat tinggal orang karena dibangun untuk melindungi penduduk kuno, 

Salah satu kota bawah tanah Cappadocia paling terkenal adalah Derinkuyu, yang dibangun pada era Bizantium ketika penduduknya melindungi diri dari kaum Muslim Arab selama Perang Arab-Bizantium antara tahun 780 dan 1180.

Kota ini terdiri dari banyak lorong dan gua yang digunakan untuk berbagai keperluan. Situs ini terletak sekitar 60 meter di bawah tanah, yang dapat menampung hingga 20.000 orang termasuk ternak dan stok makanan.


Orang-orang yang berlindung di kota bawah tanah itu, dapat tinggal beberapa bulan, hingga situasi dirasa aman.

Dapat dipastikan kota bawah tanah terbesar di Cappadocia, Derinkuyu dibuka untuk wisatawan. Namun, pada tahun 1969 hanya setengah dari kota yang tersedia untuk dikunjungi.

Kota itu memiliki dua pintu batu besar yang dapat ditutup dari dalam jika dalam kondisi bahaya. Setiap lantai juga memiliki pintu sendiri dan dilengkapi dengan ruangan ekstra, termasuk untuk gudang penyimpan anggur, kandang kuda dan kapel.

Meski para penghuninya terlihat bersembunyi, mereka menjalani hidup sepenuhnya, sama seperti yang mereka lakukan di atas permukaan tanah pada umumnya.

Salah satu ruang Derinkuyu yang paling mencolok adalah ruangan besar dengan langit-langit berkubah. Hal ini diyakini merupakan sekolah agama dengan ruang belajar yang terpisah.

Dilansir The Culture Trip, Derinkuyu juga terhubung ke kota-kota bawah tanah lainnya melalui jaringan terowongan yang terbilang canggih. Situs kota bawah tanah pada awalnya dibangun oleh orang Frigia antara abad ke-8 hingga ke-7 SM, yang mengukir ruang hidup mereka menjadi batuan vulkanik lunak di kawasan itu.

Kemudian selama era Romawi dan penggantian bahasa Frigia ke bahasa Yunani, penduduk kristen saat itu terus bekerja di situs kota bawah tanah.

Kota bawah tanah seperti Derinkuyu dianggap melindungi warganya hingga abad ke 14 ketika orang kristen membutuhkan tempat berlindung yang aman dari ancaman orang-orang Mongolia selama invasi ke asia timur.

Bahkan selama abad ke 20, gua memungkinkan digunakan untuk menyelamatkan diri dari penganiayaan yang dilakukan selama era Kekaisaran Ottoman.

Baru pada tahun 1923 setelah pertukaran populasi antara Yunani dan Turki, kota-kota bawah tanah benar-benar ditinggalkan dan kemudian tidak ditemukan kembali sampai tahun 1963.

Dikutip CNN, kota di bawah tanah ini merupakan kawasan bersejarah dan ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Tempat ini menarik ribuan wisatawan setiap tahun.

Banyak wisatawan yang terbang ke Cappadocia menggunakan balon udara ketika matahari terbit, untuk melihat formasi batuan yang disebut sebagai 'cerobong peri'.

Situs kota bawah tanah itu terdiri dari 18 lantai hingga kedalaman 85 meter. Derinkuyu adalah salah satu kota bawah tanah terbesar dan terdalam di Turki.

Uniknya di dalam kota itu juga tersedia terowongan komunikasi, yang menjadi tempat untuk meneriakkan pesan dan menyampaikan berita tentang apa yang terjadi di atas permukaan tanah.

(can/age)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK