Nyinyir Warga Roma Melihat 'Vending Machine' Pizza

CNN Indonesia | Sabtu, 15/05/2021 08:51 WIB
Keberadaan vending machine pizza di Roma, Italia, mendapat kritik dari warga yang merasa kalau kuliner tersebut harus dibuat secara tradisional. Penampakan 'vending machine' pizza di Roma, Italia. (REUTERS/YARA NARDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Roma saat ini mulai memiliki vending machine (mesin penjual otomatis) yang bisa menyajikan pizza hangat hanya dalam tiga menit.

Vending machine bernama Mr. Go Pizza tersebut memiliki empat jenis pizza dari kisaran 4,5-6 Euro atau sekitar Rp78 ribu-Rp104 ribu (1 Euro=Rp17,3 ribu).

Menariknya, pembeli bisa melihat langsung mesin tersebut menguleni dan menutup adonan dari balik jendela kaca kecil.


Hal tersebut seolah ingin memberikan pengalaman serupa seperti menyaksikan pizzaiolo (pembuat pizza) menguleni adonan dan memasaknya dalam oven batu bata dengan kayu bakar di depan meja pembeli.

Salah satu pembeli menyatakan rasa pizza dari vending machine tersebut masih dapat diterima jika sedang terburu-buru.

"Terlihat bagus tapi lebih kecil daripada yang disajikan di restoran dan taburannya lebih sedikit," kata Claudio Zampiga, salah satu pembeli.

Fabrizia Pugliese, yang merupakan penduduk asli Napoli yang sedang belajar di Roma, turut mencoba vending machine pizza tersebut. Menurutnya, rasanya lebih seperti piadina, roti tidak beragi yang sangat tipis dan lebut di Italia utara.

"Oke tapi ini bukan pizza," ucap Fabrizia Pugliese.

Sedangkan Gina, salah satu pensiunan yang turut mencoba Mr. Go Pizza, langsung tidak suka dengan konsep vending machine pizza tersebut.

"Ini buruk. Pizza seharusnya langsung dimakan ketika masih panas. Saya tidak suka dengan ini," ucap Gina.

Mesin Mr. Go Pizza akan menghadapi persaingan ketat. Di lokasinya saat ini juga terdapat restoran Napolitano yang menyajikan pizza langsung dari oven batu bata.

"Saya bahkan tidak pernah terpikir makan pizza yang dibuat mesin," kata Giovanni Campana, pembeli Mr. Go Pizza lainnya.

Orang telah memakan roti pipih dengan topping di atasnya selama ribuan tahun. Namun, roti pipih tersebut kemudian disempurnakan menjadi pizza di Napoli di mana itu biasanya dimakan orang kurang mampu.

Menurut tradisi, Raffaele Esposito membuat Pizza Margherita klasik pada 11 Juni 1889 untuk menghormati Permaisuri Margherita dari Savoy dalam kunjungannya ke Napoli bersama Raja Umberto I.

Esposito menggunakan tomat, mozzarella, dan daun kemangi untuk mewakili warna bendera Italia yakni merah, putih, dan hijau.

(chr/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK