Alasan Mengapa Fast Food Tak Sehat untuk Tubuh

CNN Indonesia | Kamis, 13/05/2021 15:25 WIB
Sejumlah jurnal membeberkan konsumsi fast food terlalu sering berdampak buruk bagi kesehatan tubuh karena tinggi akan gula, garam hingga lemak jenuh. Ilustrasi makanan cepat saji. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian dari Anda barangkali sulit menolak jika ditawari pelbagai sajian fast food, sebut saja misalnya ayam goreng tepung crispy. Tidak hanya garing namun tekstur kulitnya yang renyah, daging ayam yang gurih  dan, ukuran ayam yang besar akan memanjakan lidah.

Itu sebab makanan tersebut punya banyak penggemar.


Mengutip laman Medical News Today, fast food atau makanan cepat saji merupakan jenis makanan yang dapat dimasak, disajikan dan, dimakan secara cepat. Makanan ini umumnya berasal dari restoran, kafe, gerai makanan, atau tempat lainnya.

Contoh dari makanan cepat saji di antaranya burger, kentang goreng, pizza, juga ayam goreng tepung.

Meski lezat, di tengah masyarakat muncul anggapan bahwa fast food berdampak buruk bagi tubuh jika dikonsumsi terlalu sering atau bagi seseorang dengan kondisi medis tertentu. Pasalnya makanan cepat saji ini mengandung banyak kalori dan miskin nutrisi.

Menurut studi di Jurnal Health Promotion Perspective, makanan cepat saji tinggi akan kandungan gula, garam, lemak jenuh dan lemak trans. Selain itu juga sarat pengawet dan bahan olahan yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Ilustrasi Burger dan Kentang GorengIlustrasi. Menurut salah satu jurnal kesehatan, makanan cepat saji tinggi akan kandungan gula, garam, lemak jenuh dan lemak trans yang berpotensi mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan. (achmadbiz/Pixabay)

Efek Jangka Pendek

Hasil penelitian kecil di jurnal Nutrition Research and Practice menunjukkan makanan cepat saji mengandung banyak gula sehingga memicu seseorang makan lebih banyak. Menurut para ahli, kandungan gula tersebut memberikan rasa kenyang semu sehingga memicu orang untuk makan lebih banyak.

Ditambah, makanan cepat saji tinggi karbohidrat dan bisa menyebabkan peningkatan kadar insulin (gula darah). Naiknya kadar insulin mengakibatkan tubuh lebih cepat merasa lapar, sehingga seseorang berpotensi mengalami obesitas atau diabetes tipe 2.

Makanan cepat saji juga banyak mengandung garam yang dipercaya para ahli akan memberikan dampak langsung pada fungsi pencernaan. Tubuh akan merespons dengan minum lebih banyak air dan membuat perut terasa kembung.

Fast food juga rendah serat dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dikunyah. Akibatnya, tubuh pun akan kesulitan buang air besar. Selain itu, terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji bisa mengurangi kebiasaan mengkonsumsi makanan segar dan utuh.

Infografis menakar kadar gula dan garam makanan favoritInfografis menakar kadar gula dan garam makanan favorit. (Laudy Gracivia)

Efek Jangka Panjang Konsumsi Fast Food

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK