Jakarta, CNN Indonesia -- Donor darah menyelamatkan nyawa banyak orang. Tak hanya menjadi pekerjaan yang mulia, ada beberapa manfaat donor darah untuk kesehatan.
Setiap hari, ribuan orang membutuhkan darah dan produk darah yang disumbangkan untuk menjaga kesehatan mereka. Jumlah darah yang tidak mencukupi atau saat darah tak berfungsi dengan baik, maka tak akan ada cukup oksigen atau nutrisi lain untuk menjaga organ vital tubuh lainnya.
Mendonorkan darah tak hanya menyelamatkan hidup orang lain, tapi mungkin juga bermanfaat bagi si pendonor sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut manfaat potensial dari donor darah, mengutip Medical News Today.
1. Mengidentifikasi masalah kesehatan
Sebelum mendonorkan darah, setiap orang akan melalui pemeriksaan fisik dan tes darah sederhana. Meski bukan tes mendalam, tapi setidaknya tes dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan yang tidak diketahui.
Tes umumnya akan mengecek tekanan darah, suhu tubuh, detak jantung, dan kadar hemoglobin dalam darah. Jika tes menunjukkan adanya masalah, maka orang tersebut tak bisa mendonorkan darah.
2. Mengontrol berat badan
Ada klaim yang mengatakan bahwa mendonorkan darah membakar 650 kalori. Namun, tak ada bukti ilmiah yang membuktikan hal tersebut.
Tapi, setidaknya mengukur berat badan setiap sebelum mendonorkan darah membuat seseorang bisa mengidentifikasi obesitas.
3. Mengurangi kadar zat besi bagi penderita hemochromatosis
Orang dengan hemochromatosis memiliki terlalu banyak zat besi dalam darah. Kelebihan zat besi akan memengaruhi fungsi berbagai organ vital tubuh.
Center for Disease and Prevention Control (CDC) menyebutkan, penderita hemochromatosis bisa mendapatkan keuntungan dari proses mengeluarkan darah, sebagaimana yang dilakukan saat donor darah. Dengan kata lain, bagi orang dengan hemochromatosis, donor darah menjadi pilihan pengobatan sekaligus membantu orang lain.
4. Menjaga kesehatan jantung
Studi pada tahun 2019 meneliti data dari hampir 160 ribu perempuan yang mendonorkan darahnya selama 10 tahun atau lebih. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa donor darah menawarkan efek perlindungan jangka panjang melawan penyakit kardiovaskular.
5. Mengontrol tekanan darah
Beberapa penelitian menemukan bahwa donor darah dapat menurunkan tekanan darah. Semakin sering seseorang mendonorkan darah, semakin mungkin penurunan tekanan darah signifikan yang dialami.
Selain itu, tes yang dilakukan sebelum mendonorkan darah juga membantu seseorang untuk mengontrol tekanan darahnya. Mengecek tekanan darah menjadi salah satu tes yang harus dijalani pendonor sebelum menyumbangkan darahnya.
Simak efek samping donor darah pada halaman berikutnya.
Efek Samping Donor Darah
Ilustrasi. Tak hanya jadi tindakan yang mulia, donor darah juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan potensial yang tak terduga. (Safir Makki)
Mengutip Healthline, donor darah disebut aman untuk orang dewasa yang sehat. Tak ada risiko penularan penyakit karena setiap petugas akan selalu menjaga kebersihan alat-alat yang digunakan.
Kendati demikian, beberapa di antara pendonor mungkin mengalami mual dan pusing setelah mendonorkan darah. Namun, efek samping tersebut umumnya hanya akan berlangsung singkat. Anda bisa berbaring dengan posisi kaki di atas hingga Anda merasa lebih baik.
Selain itu, Anda juga mungkin mengalami pendarahan dan memar di lokasi penusukan jarum. Mengangkat lengan selama beberapa menit biasanya bisa membantu menghentikan pendarahan.
 Ilustrasi donor darah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Untuk meningkatkan tenaga, Anda disarankan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan zat besi seperti daging merah, bayam, jus, dan sereal yang diperkaya zat besi.
Namun, hubungi layanan kesehatan jika Anda masih merasa pusing dan mual setelah minum, makan, dan istirahat. Hati-hati juga jika timbul benjolan atau pendarahan yang berlanjut di lokasi penusukan jarum. Anda juga perlu waspada jika mengalami nyeri pada lengan, mati rasa, atau kesemutan.