6 Tanaman Hias yang Menghasilkan Oksigen di Malam Hari

tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/05/2021 19:00 WIB
Ada beberapa jenis tanaman hias yang sebenarnya bisa melepaskan oksigen di malam hari dan menyerap karbondioksida. ilustrasi:Ada beberapa jenis tanaman hias yang sebenarnya bisa melepaskan oksigen di malam hari dan menyerap karbondioksida. (iStockphoto/ronstik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Orang bilang tanaman tak boleh diletakkan di dalam ruangan terutama kamar tidur. Alasannya karena tanaman bakal menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida di malam hari. Manusia dan tanaman dalam kamar tidur bakal berebut oksigen. Ini tidak salah.

Namun yang harus diketahui, ada beberapa jenis tanaman hias yang sebenarnya bisa melepaskan oksigen di malam hari dan menyerap karbondioksida. Tanaman hias ini melakukan jenis fotosintesis yang disebut Crassulacean Acid Metabolism (CAM).

Artinya, memiliki jenis tanaman ini bakal meningkatkan kualitas udara di rumah sepanjang hari. Tanaman ini juga akan membantu orang untuk tidur lebih nyenyak di malam hari.


Mengutip Ferns n Petals, ada beberapa jenis tanaman yang melepaskan oksigen di malam hari.

1. Palem kuning

background, beautiful, botanical, botany, branch, butterfly palm, day, decoration, dypsis lutescens, element, environment, fresh, garden, green, growth, landscape, leaf, life, natural, nature, outdoor, palm tree, park, plant, stem, tree, tropical, view, wood, yellow palmFoto: iStockphoto/liuyushan
palem kuning

Palem adalah salah satu tanaman terbaik. Berasal dari hutan tropis lebat, ia dapat bertahan hidup dengan baik di daerah dengan sedikit sinar matahari.

Tanaman ini menyerap semua jenis gas berbahaya seperti formaldehida dan benzena serta menjaga kelembapan udara. Ini lebih disukai ideal bagi mereka yang menderita masalah sinus. Kemampuan tanaman ini untuk melepaskan oksigen di malam hari membantu memperbaiki pola pernapasan dan membuat orang tidur lebih nyenyak di malam hari.

2. Snake plant atau Lidah Mertua

Variegated tropical leaves pattern of snake plant or mother-in-law's tongue (Sansevieria trifasciata 'Laurentii') and aloe succulent plant on dark nature background.Foto: istock/Chansom Pantip
lidah mertua


Lidah mertua merupakan tanaman hias populer yang mengeluarkan oksigen di malam hari. Tanaman ini akan membantu menghilangkan formaldehida dari udara.

Mudah dirawat dan tumbuh dengan baik di tempat yang hanya memiliki cahaya tidak langsung. Penyiraman secara teratur tidak diperlukan karena dapat dilakukan dengan baik di tanah kering.

3. Tulsi

Daun tulsi mengeluarkan aroma khas yang dapat menenangkan saraf dan membantu mengurangi kecemasan. Memiliki tanaman tulsi di rumah, balkon atau di dekat jendela memungkinkan untuk tidur lebih nyenyak di malam hari.

Tak cuma itu, mengonsumsi daun tanaman tulsi memiliki beberapa manfaat, seperti menyembuhkan demam, masuk angin, dan mengasah daya ingat.

4. Lidah buaya
Lidah buaya adalah sukulen yang tumbuh perlahan dan memiliki daun seperti tombak yang mencolok. Tanaman ini menghilangkan dua bahan kimia berbahaya dari air- formaldehyde dan benzene.

Aloe Vera plant in a pot in a tiled bathroom with copy space to the rightFoto: iStockphoto/Peter Carruthers
lidah buaya

5. Peace lily

Peace Lily plant with several flowersFoto: iStockphoto/cadifor
Peace Lily


Salah satu pembersih udara yang luar biasa seperti yang dipelajari oleh NASA, peace lily melepaskan oksigen di malam hari. Ini adalah salah satu tanaman terbaik yang memurnikan semua senyawa organik yang mudah menguap di udara, seperti benzena, formaldehida, toluena, karbon monoksida, dan xilena.

Bunga peace lily dikenal dapat meningkatkan kelembapan ruangan hingga 5 persen, yang sangat bagus untuk bernapas saat tidur. Ini membutuhkan cahaya sedang, tidak langsung untuk tumbuh dengan baik dan hanya boleh disiram saat tanah kering.

6. Spider plant

Spider plant (Chrolophytum comosum)Foto: Dtarazona/Wikimedia
Spider plant (Chrolophytum comosum)


Tanaman ini memiliki bentuk daun memanjang seperti jarum. Namun kelompok tanaman ini membentuk kaki laba-laba.

Tanaman ini membantu menambah lebih banyak oksigen dan menyaring senyawa volatil berbahaya seperti benzena, formaldehida, dan karbon monoksida yang memungkinkan orang bernapas lebih mudah di malam hari.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK