Studi: Makan 2 Jamur per Hari Turunkan Risiko Kanker

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 11:07 WIB
individu yang makan dua jamur berukuran sedang setiap hari memiliki risiko kanker 45 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi jamur. Ilustrasi. individu yang makan dua jamur berukuran sedang setiap hari memiliki risiko kanker 45 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi jamur. (condesign/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konsumsi 18 gram jamur per hari ditemukan dapat menurunkan risiko kanker. 18 gram setara dengan dua jamur shitake berukuran sedang.

Studi yang diterbitkan dalam Advances in Nutrition ini menemukan, individu yang makan dua jamur berukuran sedang setiap hari memiliki risiko kanker 45 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak mengonsumsi jamur.

Para peneliti dari Pennsylvania State University menganalisis 17 studi kanker dari tahun 1996 hingga 2020. Mereka menganalisis lebih dari 19.500 pasien kanker.


Kandungan asam amino ergothioneine pada masing-masing jamur akan saling berbeda satu sama lain. Namun, peneliti menemukan, memasukkan berbagai jenis jamur ke dalam makanan sehari-hari menjauhkan Anda dari risiko kanker.

"Jamur merupakan sumber makanan paling kaya ergothioneine," ujar satu peneliti, Djibril Ba, mengutip South China Morning Post.

Selain itu, jamur juga merupakan agen antioksidan yang penting. Antioksidan dapat melindungi tubuh dari stres oksidatif dan menurunkan risiko kanker.

Konsumsi jamur sendiri paling kuat ditemukan dalam menekan risiko kanker payudara. Namun, hal ini bisa disebabkan oleh banyaknya penelitian yang tidak memasukkan jenis kanker lainnya.

"Secara keseluruhan, temuan ini memberikan bukti penting untuk efek perlindungan jamur terhadap kanker," ujar rekan penulis, John Richie.

Richie mengatakan bahwa tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mekanisme penurunan risiko kanker oleh konsumsi jamur. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk mengetahui jenis kanker spesifik yang terpengaruh.

assorted japanese mushroomassorted japanese mushroomIlustrasi jamur. (iStockphoto/ahirao_photo)

Menanggapi penelitian tersebut, Kepala Interpretasi Penelitian World Cancer Research Fund, Helen Croker mengatakan bahwa penting untuk mempertimbangkan asupan jamur dalam pola makan individu.

"Beberapa bukti memang menemukan bahwa konsumsi buah dan sayuran dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker," ujar Croker.

Hampir senada dengan Croker, Head of Nutrition dari Pure Nutrition, Sam Miller menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi banyak buah dan sayuran demi mencegah risiko jamur, alih-alih hanya mengonsumsi jamur.

"Bukti menunjukkan bahwa tak ada satu makanan pun yang membuat Anda benar-benar sehat," kata Miller.

Sifat Obat Potensial Jamur

Jamur shitake dipercaya dapat merangsang sistem kekebalan tubuh serta memicu sel dan protein tertentu dalam tubuh untuk menyerang sel kanker. Dalam penelitian laboratorium, jamur ditemukan memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Dalam penelitian pada tikus, lentinan telah terbukti menghentikan pertumbuhan sel kanker usus. Selain itu, lentinan juga ditemukan menghentikan pembelahan sel leukemia.

Di China, tinjauan literatur dari 12 studi menemukan, lentinan diberikan sebagai bahan kemoterapi untuk kanker paru-paru. Peneliti menemukan bahwa lentinan bekerja pada sistem kekebalan dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paru-paru.

Sementara jamur maitake ditemukan merangsang sistem kekebalan tubuh, menurunkan kadar gula darah, dan memperlambat pertumbuhan hormon tertentu.

(mel/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK