Gandeng Perantau, Sandiaga Sukses Revitalisasi Adian Nalambok

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 19:16 WIB
Kemenparekraf bersama pemerintah daerah serta masyarakat sukses merevitalisasi Adian Nalambok, salah satu destinasi super prioritas (DSP) Danau Toba. Kemenparekraf bersama pemerintah daerah serta masyarakat sukses merevitalisasi Adian Nalambok menjadi satu dari 34 destinasi yang termasuk dalam travel pattern DSP Danau Toba. (Dok. Kemenparekraf)
Sumatera Utara, CNN Indonesia --

Kemenparekraf bersama pemerintah daerah serta masyarakat sukses merevitalisasi Adian Nalambok, salah satu dari 34 travel pattern menuju destinasi super prioritas (DSP) Danau Toba.

Kawasan wisata yang semula tak dikelola dengan baik itu kini sangat menarik.

Tak hanya menawarkan keindahan alam Danau toba dari atas ketinggian, Adian Nalambok itu kini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas hingga rumah makan.


Menparekraf Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap agar tempat wisata yang terletak persis di punggungan bukit di antara Parapat menuju Balige itu menjadi destinasi wisata penyangga Danau Toba.

"31 Desember 2020 saya hadir di sini dibawa oleh Pak Ipang Wahid. Kami menginginkan satu gerak cepat dan hari ini terwujudkan, saya terima kasih kepada semua yang berpartisipasi, mengijinkan kita bekerjasama dan mengawal proses ini," ungkap Sandiaga Uno di Adian Nalambok, Kamis (10/6).

"Harapannya ada satu dari 34 spot menurut Pak Ipang yang pernah dipetakan sebagai spot-spot yang akan menjadi bagian dari travel pattern, dari titik ke titik dalam kunjungan ke destinasi wisata Danau Toba," tambahnya.

Suksesnya revitalisasi Adian Nalambok lanjutnya, menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha serta masyarakat dalam pengembangan sektor parekraf. 

Sandiaga Uno pun berharap agar kerjasama dengan konsep Public Privata Partnership ini dapat terus terjalin dalam merevitalisasi 33 destinasi penyangga DSP Danau Toba.

"Nanti saya sama Pak Ipang memetakannya dan menawarkannya kepada para perantau-perantau yang ada di Jakarta dan di luar Tanah Batak ini untuk berpartisipasi di tanah kelahirannya atau tanah leluhurnya. Karena membangun Danau Toba ini harus merangkul semua pihak," jelasnya.

Bupati Toba, Poltak Samosir kemudian menyampaikan terima kasih kepada Kemenparekraf serta masyarakat yang telah berpartisipasi membangun destinasi wisata di Kabupaten Toba.

Terlebih kepada para perantau yang bersedia pulang dan membangun kampung halamannya saat ini.

"Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada perantau yang sudah membantu terbangunnya ini, inilah yang patut kita teladani," ungkap Poltak. "Sekaligus dalam kesempatan ini kami mengajak ada 33 destinasi, kami menanti kahadiran para perantau, mari kita bangun kampung kita ini. Horas," ujarnya.

Temukan Spot Istimewa

Diberitakan sebelumnya, revitalisasi ini bermula dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno ke Danau Toba, Sumatera Utara pada akhir Desember tahun lalu.

Kala itu Sandi menemukan sebuah titik pemandangan Danau Toba yang sangat indah, yaitu Adian Nalambok. 

Pada lokasi tersebut, Sandi melihat hamparan luas perbukitan yang mengelilingi Danau Toba dari atas ketinggian.

Persis dari atas Adian Nalambok, terlihat sebuah desa bernama Meat yang terletak di lembah sisi selatan Danau Toba, tepatnya Kecamatan Tampahan, Toba Samosir, Sumatera Utara.

Namun sayang, lokasi strategis yang semula disebut sebagai 'death valley viewing spot' itu belum dikelola dengan baik, hanya menawarkan warung-warung kecil dengan tempat duduk sederhana. 

"Hal ini menunjukkan bahwa Toba punya banyak sekali titik-titik wisata destinasi yang bisa dikembangkan," ungkap Sandi waktu itu. 

"Kita juga bisa lihat dari ekonomi kreatifnya seperti membuat warung yang Instagramable, inilah pariwisata yang bisa membuka lapangan pekerjaan di saat pandemik seperti ini dan peluang bagi masyarakat," tambahnya.

(vws)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK