5 Penyakit Mengintai Akibat Diet yang Salah

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 09:30 WIB
Menjalankan diet ekstrem dan sembarangan dapat menyebabkan kurang gizi sampai muncul penyakit. Berikut risiko yang dapat mengintai akibat diet yang salah. Menjalankan diet ekstrem dan sembarangan dapat menyebabkan kurang gizi sampai muncul penyakit. Berikut risiko yang dapat mengintai akibat diet yang salah. (Foto: iStockphoto/Prostock-Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diet merupakan salah satu cara populer yang dilakukan untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, memilih dan menjalankan diet ini tidak boleh sembarangan.

Pasalnya, akan ada sejumlah permasalahan kesehatan muncul akibat diet yang salah. Mulai dari kekurangan gizi sampai timbulnya penyakit.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah dampak yang bisa menjangkit tubuh Anda apabila melakukan diet kurang tepat.


1. Malnutrisi

ilustrasi kurusRisiko malnutrisi bisa timbul akibat diet yang salah (Foto: iStockphoto/vadimguzhva)

Dilansir dari Livestrong, pola diet yang tidak memperhatikan gizi makanan secara seimbang bisa menyebabkan malnutrisi tubuh. 

Menurut buku Modern Nutrition in Health and Disease, seseorang yang kekurangan nutrisi seperti kalsium, vitamin dan mineral akan mudah terkena masalah kesehatan tulang.

Selain itu, malnutrisi juga turut berpengaruh pada kinerja otak yang menyebabkan sulit berkonsentrasi dan kehilangan massa otot serta jaringan tubuh.

2. Anoreksia

ilustrasi kurusGangguan makan dan persepsi berlebihan seperti anoreksia bisa timbul akibat diet yang salah. (Foto: iStockphoto/vadimguzhva)

Dampak dari kekurangan nutrisi memiliki efek jangka panjang dan bisa merenggut kesehatan mental. Karenanya, orang yang malnutrisi berpotensi mengalami anoreksia.

Merujuk Medical New Today, anoreksia atau anorexia nervosa adalah kondisi kesehatan mental serius dan gangguan makan yang berpotensi mengancam jiwa karena persepsi pikirannya terganggu.

Penyakit ini timbul dari pola pikir orang yang menjalani diet ekstrem karena terobsesi kurus. Sehingga, dietnya dipersepsikan secara tidak tepat, seperti merasa bersalah bila makan.

3. Sindrom 'Yoyo'

Weighloss- Low section of a young on a weighing scaleSindrom berat badan yoyo yang tidak stabil bisa timbul akibat diet yang salah. (Foto: Istockphoto/Urilux)

Akibat diet yang salah juga bisa menyebabkan tubuh mengalami sindrom 'yoyo'. Ini membuat berat badan tidak stabil karena mudah turun kemudian dapat cepat naik lagi.

Salah satu faktor berat badan tidak stabil ini karena kesalahan diet. Misalnya, diet terlalu ketat dalam jangka panjang dan membatasi asupan makan.

Namun jika tidak bisa mempertahankan diet ekstremnya, bobot akan kembali naik dan siklus tersebut berulang, hingga terjadilah sindrom yoyo.

Di samping itu, tidak seimbangnya energi yang masuk (makan) dan energi keluar (membakar kalori) menjadi alasan mengapa berat badan Anda mudah naik dan turun, menurut WebMD. 

4. Timbul Masalah Kesehatan

ilustrasi perut kembungBeragam penyakit seperti maag, sembelit, hingga anemia bisa timbul akibat diet yang salah. (Foto: iStockphoto/Chinnapong)

Pola makan yang buruk selama menjalani diet bisa memicu timbulnya masalah kesehatan yaitu tukak lambung atau maag, gangguan makan (eating disorder), konstipasi, diabetes, depresi, hingga anemia.

Menurut penuturan sejumlah pakar kesehatan pada laman Eatthis, penyakit berbahaya itu datang dari diet yang salah karena tidak memperhatikan asupan makanan dengan benar.

5. Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Sick woman blowing her nose, she covered with blanketTurunnya imun tubuh adalah salah satu akibat diet yang salah. (Foto: iStockphoto/evrim ertik)

Kebiasaan makan tidak sehat saat diet seperti membatasi asupan kalori kurang dari 1.200 kkal, dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan mudah terserang penyakit.

Supaya imun tubuh stabil meski sedang diet, dianjurkan banyak konsumsi sayuran dan buah yang kaya nutrisi.

Pilihan sayuran terbaik untuk diet yang dapat diketahui pada di sini, sedangkan buah-buahan yang bagus dikonsumsi selama diet bisa dibaca di sini.

Dengan begitu, sebelum menentukan jenis diet yang cocok untuk kondisi tubuh, sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dulu ke dokter atau ahli gizi.

Manfaat konsultasi ke dokter ini bisa meminimalisasi supaya terhindar dari masalah kesehatan akibat diet yang salah.

(avd/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK