'Work from Bajo' Dongkrak Kunjungan Turis hingga 38 Persen

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 11:50 WIB
BOPLBF mengatakan kebijakan 'Work from Bajo' ('Bekerja dari Bajo') telah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan hingga 38 persen. Kapal wisata Pinisi bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/6/2021). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina mengklaim kebijakan 'Work from Bajo' atau 'Bekerja dari Bajo' telah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan hingga 38 persen.

"Setelah Lebaran dengan adanya kata-kata tentang 'Work from Bajo', terjadi peningkatan kunjungan sampai 38 persen terkhusus ke Taman Nasional Komodo," kata Shana di Labuan Bajo, Rabu (16/6), seperti yang dikutip dari ANTARA.

Pada 2019, BOPLBF mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 256 ribu orang. Lalu menurun sebanyak 83 persen, menyisakan 44 ribu wisatawan saat pandemi COVID-19 merebak sepanjang 2020.


Adapun kebijakan 'Bekerja dari Bajo' telah meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 60 ribu orang dibanding data tahun lalu.

Shanas menjelaskan, kebijakan 'Work from Bajo' tersebut dapat memberikan pertumbuhan positif terhadap perekonomian di Labuan Bajo yang terdampak pandemi COVID-19.

Selain narasi tentang bekerja dari Bajo, lanjut Shana, aktivitas vaksinasi yang marak dilakukan pemerintah dan perusahaan-perusahan swasta di banyak daerah membuat orang-orang mulai berpikir untuk melakukan kegiatan di luar rumah terutama ke destinasi wisata.

- Wajah baru Labuan Bajo

Dalam menyambut kedatangan wisatawan ke Labuan Bajo pascapandemi COVID-19, BOPLBF sedang menyiapkan lima zona yang akan menjadi destinasi relevan yang ditargetkan rampung tahun ini.

"Seiring dengan pembangunan kawasan wisata Labuan Bajo yang berangsur selesai ini, maka tentunya setelah pandemi wisatawan bisa menikmati wajah baru Labuan Bajo yang lebih segar dan tertata rapi," kata Shana.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo berlangsung sejak 2019 atau sebelum adanya pandemi COVID-19.

Pembangunan tersebut berupa penataan lima kawasan di Kota Labuan Bajo di antaranya; Puncak Waringin, Batu Cermin, Water Front City, serta fasilitas di Pulau Rinca dan beberapa penataan seperti pemindahan pelabuhan peti kemas.

Saat ini, beberapa kawasan sudah selesai dibangun dan direncanakan tuntas pada 2021.

Shana mengatakan pembangunan ini juga tentunya bisa mendongkrak pertumbuhan pariwisata pasca pandemi COVID-19.

"Karena orang yang datang ke Labuan Bajo bukan hanya untuk datang pertama kali tetapi mereka yang rindu dengan Labuan Bajo bisa menikmati wajah kota yang baru," pungkasnya.

Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.

Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.

(ANTARA/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK