9 Gua Laut Terindah, dari Belize sampai Labuan Bajo
CNN Indonesia
Selasa, 08 Jun 2021 17:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gua Cenote Dos Ojos di Meksiko, gua bawah laut terpanjang di dunia. (iStockphoto/Anu Munshi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Gua tak hanya ada di di daratan, karena ada juga gua yang berada di lautan. Untuk bisa menjelajahinya, seseorang perlu memiliki keahlian berenang dasar, atau akan lebih bagus lagi jika mahir dalam hal cave diving.
Tak hanya di luar negeri, gua laut juga ada di Indonesia. Biasanya ada banyak agen perjalanan yang punya paket wisata menyelami gua laut, sehingga aktivitas yang dilakukan lebih aman, mengingat penyelam bakal masuk ke perut bumi via air.
Ada banyak hal yang bisa dinikmati selama berada di gua laut, mulai dari fauna unik sampai stalakmit dan stalaktit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sembilan gua laut yang populer dikunjungi penyelam, mulai dari Belize sampai Labuan Bajo:
Berada di lepas pantai Belize, gua ini adalah formasi gua bawah laut yang terbesar di dunia, serta menjadi destinasi menyelam favorit wisatawan.
Di dalam lubang sedalam 124 meter ini, penyelam akan menemukan stalaktit besar hingga formasi karang yang menakjubkan.
Perairan sebening kristal juga memudahkan turis untuk menyaksikan kehidupan lautnya dari atas kapal, seperti hiu perawat, hiu karang Karibia, kerapu raksasa, dan beberapa spesies ikan tropis lainnya.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini sekitar November hingga April.
Dan jika ingin menghindari keramaian turis, rencanakan perjalanan di bulan Maret.
Great Blue Hole. (iStockphoto/DNY59)
2. Gua Azzurra, Capri, Italia
Juga dikenal sebagai Gua Biru, gua laut yang spektakuler ini adalah salah satu alasan terbaik untuk mengunjungi pulau Capri di Italia.
Menurut sejarawan, Grotta Azzurra dulunya kolam alami pribadi Kaisar Romawi Tiberius. Gua air ini memiliki panjang 60 meter dan lebar 25 meter.
Sebelum berenang di dalamnya, penyelam harus menaiki perahu dayung kecil (yang dapat menampung empat penumpang) untuk masuk melalui mulut gua setinggi 1 meter.
Begitu masuk, penyelam akan tercengang oleh air jernih yang memancarkan cahaya pirus, menerangi seluruh tempat. Rona biru yang intens ini disebabkan oleh pembiasan sinar matahari.
Meskipun pemandangan ini bisa dinikmati setiap hari saat matahari bersinar tinggi, namun waktu paling favorit yang sering didatangi antara tengah hari dan jam 2 siang.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini sekitar April hingga Juni, atau antara September dan pertengahan Oktober.
Gua Azzurra, Capri, Italia. (iStockphoto/Leila Melhado)
3. Gua Chandelier, Palau
Terkenal dengan stalaktit yang megah bak lampu gantung di istana kerajaan, sistem gua lima bilik ini adalah salah satu situs menyelam paling unik di dunia.
Selain struktur batu kapur yang menembus perairan jernih, penyelam juga dapat mengagumi beragam kehidupan laut gua yang meliputi ikan kardinal, ikan tentara, dan ikan Mandarin yang berwarna-warni.
Meskipun Gua Chandelier terdaftar sebagai penyelaman menengah, hindari situs ini jika Anda cepat sesak napas atau belum pernah mencoba menyelami gua sebelumnya.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini sekitar Desember hingga April.
Gua Chandelier, Palau. (iStockphoto/Global_Pics)
4. Cenote Dos Ojos, Meksiko
Terletak di antara Playa del Carmen dan Tulum di semenanjung Yucatan, ini ialah sistem gua bawah laut terpanjang di dunia yang telah dieksplorasi manusia.
Di dalamnya terdapat stalakmit dan stalaktit yang menakjubkan. Kehidupan di dalamnya termasuk udang air tawar dan beberapa spesies ikan kecil berwarna-warni. Penyelam juga dapat melihat kelelawar yang tergantung terbalik di antara stalaktit.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini sekitar Oktober hingga Desember.
Puncak musim turis dimulai pada bulan Januari dan berakhir pada bulan Maret.
Cenote Dos Ojos, Meksiko. (iStockphoto/Divepic)
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
5. Gua Kuredu, Maladewa
Dengan lebih dari 60 lokasi penyelaman, gua Kuredu adalah surga bagi penyelam. Gua-gua ini memiliki formasi batuan yang sangat besar dan terjal.
Gua bawah laut ini adalah rumah bagi berbagai hewan air, termasuk penyu hijau, ikan balon, ikan daun, belut moray, pari manta, angelfish, ikan kupu-kupu, hingga barakuda.
Penyelam juga dapat melihat ikan pari di dekat tepian gua. Waktu terbaik untuk berkunjung: sepanjang tahun.
Tak kalah dengan yang ada di luar negeri, Indonesia juga punya gua di laut yang menawan, yang pertama di Gua Rangko, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat.
Waktu paling tepat mengunjungi gua ini sekitar pukul 12.00 hingga 14.00, tepatnya sebelum matahari tenggelam. Saat matahari masih tinggi, keindahan gua akan terpancar dengan jelas.
Selaian datang di siang hari, penting juga untuk wisatawan datang bersama pemandu wsiata yang berpengalaman, karena akses masuk ke dalam gua cukup terjal.
Satu destinasi dengan dua objek wisata. Gua dan tebing bisa dinikmati wisatawan datang ke tempat ini.
Ada dua cara mengakses guanya, yang pertama dengan memanjat tebing lalu loncat bebas ke bawahnya. Tapi waspada, karena batu karangnya cukup tajam. Cara kedua ialah melakukan penyelaman.
Setelah puas menjelajah Gua Laut, putar kapal menuju balik bukit untuk menikmati Tebing Hatupia. Gua ini dihuni banyak kelelawar, namun airnya cukup dangkal.
Datang bersama pemandu wisata yang berpengalaman sangat disarankan.
Setelah puas snorkeling atau diving di perairannya yang terbuka, jangan lupa untuk menyambangi Gua Haji Mangku yang berada di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan.
Letaknya sekitar beberapa puluh meter dari bibir pantai utara Pulau Maratua. Lokasinya berada di tengah hutan rimbun, jadi penyelam harus trekking singkat sebelum bisa berenang di dalamnya.
9. Gua Hawang, Maluku
Mirip dengan Gua Rangko, Gua Hawang juga menyajikan pemandangan air jernih kebiruan, stalakmit dan stalaktit. Kedalamannya sekitar satu sampai tiga meter.
Ada akses tangga sederhana menuju mulut gua. Konon katanya, orang yang berenang di dalamnya bisa mendapatkan khasiat awet muda, enteng jodoh, dan mudah mendapatkan keturunan.
Gua tak hanya ada di di daratan, karena ada juga gua yang berada di lautan. Untuk bisa menjelajahinya, seseorang perlu memiliki keahlian berenang dasar, atau akan lebih bagus lagi jika mahir dalam hal cave diving.
Tak hanya di luar negeri, gua laut juga ada di Indonesia. Biasanya ada banyak agen perjalanan yang punya paket wisata menyelami gua laut, sehingga aktivitas yang dilakukan lebih aman, mengingat penyelam bakal masuk ke perut bumi via air.
Ada banyak hal yang bisa dinikmati selama berada di gua laut, mulai dari fauna unik sampai stalakmit dan stalaktit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sembilan gua laut yang populer dikunjungi penyelam, mulai dari Belize sampai Labuan Bajo:
Berada di lepas pantai Belize, gua ini adalah formasi gua bawah laut yang terbesar di dunia, serta menjadi destinasi menyelam favorit wisatawan.
Di dalam lubang sedalam 124 meter ini, penyelam akan menemukan stalaktit besar hingga formasi karang yang menakjubkan.
Perairan sebening kristal juga memudahkan turis untuk menyaksikan kehidupan lautnya dari atas kapal, seperti hiu perawat, hiu karang Karibia, kerapu raksasa, dan beberapa spesies ikan tropis lainnya.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini sekitar November hingga April.
Dan jika ingin menghindari keramaian turis, rencanakan perjalanan di bulan Maret.
Great Blue Hole. (iStockphoto/DNY59)
2. Gua Azzurra, Capri, Italia
Juga dikenal sebagai Gua Biru, gua laut yang spektakuler ini adalah salah satu alasan terbaik untuk mengunjungi pulau Capri di Italia.
Menurut sejarawan, Grotta Azzurra dulunya kolam alami pribadi Kaisar Romawi Tiberius. Gua air ini memiliki panjang 60 meter dan lebar 25 meter.
Sebelum berenang di dalamnya, penyelam harus menaiki perahu dayung kecil (yang dapat menampung empat penumpang) untuk masuk melalui mulut gua setinggi 1 meter.
Begitu masuk, penyelam akan tercengang oleh air jernih yang memancarkan cahaya pirus, menerangi seluruh tempat. Rona biru yang intens ini disebabkan oleh pembiasan sinar matahari.
Meskipun pemandangan ini bisa dinikmati setiap hari saat matahari bersinar tinggi, namun waktu paling favorit yang sering didatangi antara tengah hari dan jam 2 siang.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini sekitar April hingga Juni, atau antara September dan pertengahan Oktober.
Gua Azzurra, Capri, Italia. (iStockphoto/Leila Melhado)
3. Gua Chandelier, Palau
Terkenal dengan stalaktit yang megah bak lampu gantung di istana kerajaan, sistem gua lima bilik ini adalah salah satu situs menyelam paling unik di dunia.
Selain struktur batu kapur yang menembus perairan jernih, penyelam juga dapat mengagumi beragam kehidupan laut gua yang meliputi ikan kardinal, ikan tentara, dan ikan Mandarin yang berwarna-warni.
Meskipun Gua Chandelier terdaftar sebagai penyelaman menengah, hindari situs ini jika Anda cepat sesak napas atau belum pernah mencoba menyelami gua sebelumnya.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini sekitar Desember hingga April.
Gua Chandelier, Palau. (iStockphoto/Global_Pics)
4. Cenote Dos Ojos, Meksiko
Terletak di antara Playa del Carmen dan Tulum di semenanjung Yucatan, ini ialah sistem gua bawah laut terpanjang di dunia yang telah dieksplorasi manusia.
Di dalamnya terdapat stalakmit dan stalaktit yang menakjubkan. Kehidupan di dalamnya termasuk udang air tawar dan beberapa spesies ikan kecil berwarna-warni. Penyelam juga dapat melihat kelelawar yang tergantung terbalik di antara stalaktit.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini sekitar Oktober hingga Desember.
Puncak musim turis dimulai pada bulan Januari dan berakhir pada bulan Maret.
Cenote Dos Ojos, Meksiko. (iStockphoto/Divepic)
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
9 Gua Laut Terindah, dari Belize sampai Labuan Bajo
Gua Cenote Dos Ojos di Meksiko, gua bawah laut terpanjang di dunia. (iStockphoto/Anu Munshi)
5. Gua Kuredu, Maladewa
Dengan lebih dari 60 lokasi penyelaman, gua Kuredu adalah surga bagi penyelam. Gua-gua ini memiliki formasi batuan yang sangat besar dan terjal.
Gua bawah laut ini adalah rumah bagi berbagai hewan air, termasuk penyu hijau, ikan balon, ikan daun, belut moray, pari manta, angelfish, ikan kupu-kupu, hingga barakuda.
Penyelam juga dapat melihat ikan pari di dekat tepian gua. Waktu terbaik untuk berkunjung: sepanjang tahun.
Tak kalah dengan yang ada di luar negeri, Indonesia juga punya gua di laut yang menawan, yang pertama di Gua Rangko, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat.
Waktu paling tepat mengunjungi gua ini sekitar pukul 12.00 hingga 14.00, tepatnya sebelum matahari tenggelam. Saat matahari masih tinggi, keindahan gua akan terpancar dengan jelas.
Selaian datang di siang hari, penting juga untuk wisatawan datang bersama pemandu wsiata yang berpengalaman, karena akses masuk ke dalam gua cukup terjal.
Satu destinasi dengan dua objek wisata. Gua dan tebing bisa dinikmati wisatawan datang ke tempat ini.
Ada dua cara mengakses guanya, yang pertama dengan memanjat tebing lalu loncat bebas ke bawahnya. Tapi waspada, karena batu karangnya cukup tajam. Cara kedua ialah melakukan penyelaman.
Setelah puas menjelajah Gua Laut, putar kapal menuju balik bukit untuk menikmati Tebing Hatupia. Gua ini dihuni banyak kelelawar, namun airnya cukup dangkal.
Datang bersama pemandu wisata yang berpengalaman sangat disarankan.
Setelah puas snorkeling atau diving di perairannya yang terbuka, jangan lupa untuk menyambangi Gua Haji Mangku yang berada di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan.
Letaknya sekitar beberapa puluh meter dari bibir pantai utara Pulau Maratua. Lokasinya berada di tengah hutan rimbun, jadi penyelam harus trekking singkat sebelum bisa berenang di dalamnya.
9. Gua Hawang, Maluku
Mirip dengan Gua Rangko, Gua Hawang juga menyajikan pemandangan air jernih kebiruan, stalakmit dan stalaktit. Kedalamannya sekitar satu sampai tiga meter.
Ada akses tangga sederhana menuju mulut gua. Konon katanya, orang yang berenang di dalamnya bisa mendapatkan khasiat awet muda, enteng jodoh, dan mudah mendapatkan keturunan.