Puluhan Orang Nekat ke Stonehenge Demi Tatap Matahari

CNN Indonesia | Selasa, 22/06/2021 13:50 WIB
Puluhan orang telah mengabaikan saran untuk tidak melakukan perjalanan ke Stonehenge untuk perayaan titik balik matahari musim panas tahun ini. Keramaian sambut momen terbit matahari di Stonehenge, Inggris, pada Senin (21/6). Sebelumnya pengunjung dilarang datang karena pandemi masih merajalela. (REUTERS/TOBY MELVILLE
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan orang telah mengabaikan saran untuk tidak melakukan perjalanan ke Stonehenge untuk perayaan titik balik matahari musim panas tahun ini, yang dibatalkan pada Senin (21/6) karena kasus virus Corona masih mengkhawatirkan.

Mengutip AP, English Heritage, yang mengelola dan memelihara monumen Neolitik itu, telah merencanakan penayangan langsung momen matahari terbit di Stonehenge untuk tahun kedua berturut-turut.

Tetapi organisasi tersebut mengatakan bahwa program tersebut harus dihentikan karena masalah keamanan setelah "sejumlah orang memilih untuk mengabaikan permintaan kami untuk tidak melakukan perjalanan ke sini pada pagi ini."


Ribuan orang yang hendak menyaksikan momen matahari terbit di gugusan batu itu secara daring terpaksa akhirnya menonton rekaman tunda yang disiarkan sekitar pukul 05.00 pagi.

Video dari PA, kantor berita Inggris, dan di tempat lain menunjukkan lusinan orang berkumpul di dalam lingkaran batu, bahkan beberapa memanjat pagar rendah untuk masuk ke dalam area terlarang untuk mencapai batu.

Beberapa terlihat menari dan yang lainnya memegang spanduk bertuliskan "Bersama untuk Stonehenge."

English Heritage mengatakan "kecewa" melihat orang-orang "bertindak dengan cara yang membahayakan diri mereka sendiri, staf kami, dan polisi" selama pandemi.

Titik balik matahari musim panas biasanya menarik puluhan ribu orang ke Stonehenge di selatan Inggris untuk merayakan hari terpanjang dalam setahun.

Polisi Wiltshire mengatakan meskipun "serangan kecil ke dalam lingkaran batu" terjadi pada Senin pagi, momen titik balik matahari itu damai.

Hanya saja seorang wanita berusia 50-an ditangkap di daerah itu karena dicurigai mabuk dan berperilaku tidak tertib, kata kepolisian.

(AP/ard)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK