Jakarta, CNN Indonesia -- Bepergian memang mengasyikkan. Apalagi sekarang bepergian dengan anggaran terbatas alias backpacking lebih mudah diakses oleh banyak orang.
Ada beberapa cara untuk menghemat uang saat backpacking ke luar negeri, salah satunya dengan bermalam di hostel atau menumpang rumah penduduk lokal.
Konsep dua jenis tempat penginapan itu tentu saja berbeda dengan konsep hotel atau vila.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mencari tahu norma bermalam di hostel atau rumah penduduk lokal, berikut sejumlah tips lain mengenai backpacking di luar negeri:
1. Hindari destinasi wisata populer
Harga tempat penginapan di destinasi wisata populer biasanya lebih mahal. Jika memungkinkan, pilihlah tempat penginapan di kawasan yang masih belum terlalu populer.
Walau sedikit jauh dari pusat keramaian, tapi Anda masih bisa menghemat dana.
2. Pergi sebelum atau sesudah musim liburan
Mungkin saja cuaca kurang menjamin, tetapi destinasi wisata yang dituju biasanya lebih sepi dan nyaman.
Anda tidak hanya akan menghemat uang, tetapi Anda bisa menikmati semuanya untuk diri sendiri.
Enaknya bepergian sebelum atau sesudah musim liburan juga membuat Anda tidak perlu buru-buru melakukan pemesanan tempat menginap.
3. Minimalis
Kalau pilihannya menginap di hostel, rasanya tidak perlu membawa banyak barang. Karena biasanya hostel tidak memiliki lift atau troli barang untuk mengangkut ke tiap lantainya.
Barang bawaan yang minimalis juga bakal mempermudah kita yang akan berbagi kamar dengan wisatawan lain.
4. Memasak di hostel
Saat ingin mengisi perut, hindari restoran di kawasan ramai dan cobalah cari restoran pinggiran yang terlihat penuh dengan pekerja lokal.
Biasanya, makanannya lebih otentik, porsi lebih besar, dan juga lebih murah.
Sebagian besar hostel juga memiliki dapur bersama. Dengan makan di penginapan, Anda dapat menghemat uang.
Dan kalau sudah mengenal beberapa orang yang juga menginap di hostel yang sama, Anda bisa mengajak mereka untuk memasak bersama.
Selain untuk mengetahui kebudayaan berbeda dan berhemat, trik ini juga bermanfaat untuk menghemat waktu.
Bisa dibayangkan bukan kalau semua orang ingin memasak untuk masing-masing orang, beberapa lama Anda harus menunggu giliran?
5. Tinggal dengan orang lokal
Ada beberapa platform yang memfasilitasi wisatawan untuk menginap gratis di rumah penduduk lokal, salah satunya Couchsurfing.
Tetapi, perlu diingat, Anda sebagai tamu harus tetap menjaga sopan santun dan ada baiknya untuk berbagi kebudayaan Indonesia ke pemilik rumah. Mereka pasti sangat senang.
Namun, ada banyak cerita gelap tentang platform ini, jadi baca baik-baik komentar tentang orang-orang yang datang sebelumnya dan perkirakan sifat pemilik rumah akan cocok dengan Anda atau tidak.
Ingat, Couchsurfing bukan hotel.
6. Tur gratis
Bepergian dengan anggaran terbatas bisa diakali dengan mencari kegiatan wisata gratis. Biasanya ada tur museum gratis pada hari-hari tertentu.
Kuncinya, jangan malas untuk mengumpulkan informasi dari situs atau blog wisata dan tanya ke orang lokal.
7. Tidak perlu beli kartu SIM lokal
Sebenarnya kembali ke keperluan Anda masing-masing. Kalau untuk internet, di kota-kota besar di luar negeri ada lebih banyak tempat yang menawarkan internet gratis.
Selain tips di atas, berikut sejumlah rekomendasi mengenai barang bawaan yang penting untuk dibawa selama backpacking di luar negeri:
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Rekomendasi Barang yang Wajib Dibawa saat Backpacking
Ilustrasi backpacker. (Istockphoto/Stephane Noiret)
Penyumbat telinga
Sering kali teman sekamar Anda di hostel atau rumah penduduk lokal tidak setenang dengan yang Anda pikirkan. Untuk itu lah penyumbat telinga akan sangat membantu.
Buff
Buff berguna untuk menutupi mata ketika tidur, menutup hidung dari bau yang tidak sedap, atau pun melindungi kepala dari cuaca dingin.
Gembok
Kebanyakan hostel hanya menyediakan lemari untuk masing-masing orang. Tetapi, menginap dengan beberapa orang yang tidak dikenal tidak ada jaminan keamanan. Untuk itu membawa gembok akan berguna untuk mengunci lemari selama Anda berjalan-jalan di daerah sekitar.
Tisu gulung atau tisu basah
Banyak hostel-hostel murah tidak menyediakan tisu. Kalaupun menyediakan, pasti cepat habis. Bawa tisu Anda sendiri untuk berjaga-jaga dan demi kenyamanan Anda sendiri.
Adaptor multifungsi
Beli adaptor internasional yang berfungsi di seluruh dunia untuk mengisi barang-barang elektronik Anda.
Pilih adaptor perjalanan yang juga berfungsi sebagai konverter dan memiliki pelindung lonjakan arus untuk menghindari putusnya sekring pada barang elektronik berharga Anda.
Jika Anda hanya bepergian ke satu tujuan, Anda juga dapat memilih adaptor individual sehingga Anda tidak perlu membawa adaptor yang lebih besar.
Handuk khusus bepergian
Jangan berharap disediakan handuk di hostel murah. Meskipun bisa saja terjadi, itu tidak akan terlalu sering.
Handuk perjalanan lebih baik daripada membawa handuk biasa karena kemasannya kecil, ringan, cepat menyerap air dan cepat kering.
Alas kaki yang nyaman
Berjalan kaki adalah cara yang tepat untuk bepergian dengan anggaran rendah. Untuk itu, sebaiknya gunakan alas kaki yang paling nyaman yang Anda punya.
Tidak perlu membawa satu sepatu, satu berhak tinggi, atau pun satu sandal, cukup bawa satu tetapi cocok untuk kemana saja dan kapan saja.
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.