10 Tanda Bahaya Anak Isolasi Mandiri Harus Segera ke RS
CNN Indonesia
Kamis, 15 Jul 2021 15:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Beberapa gejala yang muncul saat anak menjalani isolasi mandiri bisa jadi tanda harus segera dibawa ke rumah sakit. Apa saja? (iStockphoto)
Selain itu, ada beberapa tanda waspada pada anak yang isolasi mandiri. Saat tanda ini muncul, maka segera bawa anak ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat.
Berikut 10 tanda pada anak yang harus diwaspadai saat isolasi mandiri.
1. Banyak tidur
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Ada cekungan di dada atau dada kembang kempis saat bernapas
3. Sesak napas, tarikan napas lebih dari 40 kali per menit (usia 1-5 tahun), dan lebih dari 30 kali per menit (di atas 5 tahun)
7. Demam lebih dari 7 hari, tidak membaik setelah diberi obat
8. Tidak mau makan dan minum
9. Buang air kecil (BAK) berkurang
10. Kejang
Fauzi mengatakan, gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda perburukan pada anak. Jika melihat satu gejala memburuk, atau ada tambahan gejala saat isolasi mandiri pada anak maka segera bawa ke fasilitas kesehatan.
"Kalau menemukan tanda-tanda di atas ini harus, harus segera dibawa ke rumah sakit. Bisa jadi ini tanda bahaya sehingga tidak boleh kita biarkan, kalau dibiarkan nanti gejala semakin berat," tuturnya.
Membuat catatan harian
Fauzi menyarankan agar orang tua atau wali yang mengasuh anak positif Covid-19 membuat sebuah catatan harian. Catatan harian itu berisi laporan suhu tubuh anak, laju napas, saturasi oksigen, asupan makanan, aktivitas apa saja yang dilakukan anak dalam sehari, serta mencatat gejala yang timbul.
Lakukan pengecekan suhu tubuh, laju napas, dan saturasi oksigen setidaknya dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Catatan ini akan membantu penanganan petugas medis jika anak mengalami perburukan dan harus dirawat di rumah sakit.
"Semua catatan ini nanti akan dikomunikasikan dengan petugas medis, terutama bila ada kondisi di luar nilai normal, maka orang tua bisa segera tahu dan petugas medis diharapkan bisa lebih cepat memberikan penanganan," pungkasnya.
(mel/agn)
Jakarta, CNN Indonesia --
Merawat seseorang yang sedang menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19 bisa jadi tidak mudah, apalagi jika orang tersebut masih anak-anak. Beberapa gejala yang muncul saat menjalani isolasi mandiri bisa jadi tanda anak harus segera dibawa ke rumah sakit.
Anak yang positif Covid-19 berdasarkan pemeriksaan tes antigen atau PCR tapi tanpa gejala atau bergejala ringan bisa menjalani perawatan di rumah dengan pemantauan orang dewasa.
Setiap orang yang isolasi mandiri juga harus melaporkan ke RT atau RW setempat agar terdata sebagai pasien Covid-19 di wilayahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuannya, agar pasien juga mendapat pemantauan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) atau puskesmas. Hal ini diperlukan agar pasien lebih cepat ditangani bila terjadi perburukan selama isolasi mandiri.
Pada usia anak, ada beberapa syarat tambahan yang diperlukan untuk isolasi mandiri. Selain bergejala ringan atau tanpa gejala, anak juga harus aktif, bisa makan dan minum, serta tidak ada desaturasi oksigen saat beraktivitas normal.
"Isolasi mandiri pada anak tidak semudah pada orang dewasa, anaknya harus aktif, lincah, tidak ada desaturasi saat beraktivitas. Syarat ini harus dipenuhi untuk seorang anak melakukan isolasi mandiri," kata dokter spesialis anak dan konsultan, Fauzi Mahfuzh, dalam webinar Panduan Isolasi Mandiri pada Ibu Hamil, Bayi, dan Anak, Rabu (14/7).
Anak yang isolasi mandiri harus bisa makan dan minum agar asupan nutrisinya terpenuhi. Jika anak tidak mendapat asupan makan dikhawatirkan terjadi perburukan saat isolasi mandiri.
Dokter biasanya akan melihat kondisi fisik dan psikis anak sebelum menyarankan isolasi mandiri pada anak. Jika anak dirasa tidak bisa makan dan minum maka anak tidak akan menjalani isolasi mandiri di rumah.
Simak beberapa tanda yang harus diwaspadai saat anak isolasi mandiri di halaman berikut.
10 Tanda yang harus diwaspadai saat anak isolasi mandiri
Beberapa gejala yang muncul saat anak menjalani isolasi mandiri bisa jadi tanda harus segera dibawa ke rumah sakit. Apa saja? (iStockphoto)
Selain itu, ada beberapa tanda waspada pada anak yang isolasi mandiri. Saat tanda ini muncul, maka segera bawa anak ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat.
Berikut 10 tanda pada anak yang harus diwaspadai saat isolasi mandiri.
1. Banyak tidur
2. Ada cekungan di dada atau dada kembang kempis saat bernapas
3. Sesak napas, tarikan napas lebih dari 40 kali per menit (usia 1-5 tahun), dan lebih dari 30 kali per menit (di atas 5 tahun)
Fauzi mengatakan, gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda perburukan pada anak. Jika melihat satu gejala memburuk, atau ada tambahan gejala saat isolasi mandiri pada anak maka segera bawa ke fasilitas kesehatan.
"Kalau menemukan tanda-tanda di atas ini harus, harus segera dibawa ke rumah sakit. Bisa jadi ini tanda bahaya sehingga tidak boleh kita biarkan, kalau dibiarkan nanti gejala semakin berat," tuturnya.
Membuat catatan harian
Fauzi menyarankan agar orang tua atau wali yang mengasuh anak positif Covid-19 membuat sebuah catatan harian. Catatan harian itu berisi laporan suhu tubuh anak, laju napas, saturasi oksigen, asupan makanan, aktivitas apa saja yang dilakukan anak dalam sehari, serta mencatat gejala yang timbul.
Lakukan pengecekan suhu tubuh, laju napas, dan saturasi oksigen setidaknya dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Catatan ini akan membantu penanganan petugas medis jika anak mengalami perburukan dan harus dirawat di rumah sakit.
"Semua catatan ini nanti akan dikomunikasikan dengan petugas medis, terutama bila ada kondisi di luar nilai normal, maka orang tua bisa segera tahu dan petugas medis diharapkan bisa lebih cepat memberikan penanganan," pungkasnya.